T
2.Peserta didik mampu menghitung/mencari operasi pecahan desimal dan persen.
3.Peserta didik mampu mengidentifikasi masalah operasi pecahan desimal dan persen.
4Peserta didik mampu menyelesaikan masalah operasi pecahan desimal dan persen.
Pengertian Pola Lantai
Pola lantai tarian adalah sebuah barisan, formasi, pola, atau garis yang dibentuk atau digunakan sebagai cara berjalan oleh para penari atau dengan kata lain sebagai cara bagi para penari untuk melakukan rotasi serta perpindahan dari tempat satu ke tempat yang lainnya, bergerak ke berbagai posisi sebagai bentuk dari penguasaan panggung dan juga untuk menyelesaikan koreografi. Selain itu, pola lantai juga memiliki beberapa jenis dan fungsinya. Jenis-jenis pola lantai tersebut memiliki keunggulannya masing-masing lho. Untuk lebih jelasnya, Grameds dapat menyimaknya dari pembahasan berikut ini. Yuk, mari simak rangkuman mengenai pengertian pola lantai, jenis, fungsi, dan juga dan contoh penerapan pola lantai pada tari tradisional di bawah ini!
1. Pola Lantai Garis Vertikal
Pola garis lurus kerap kali ditemukan pada pertunjukan tari tradisional di Indonesia. Nantinya, pola ini dapat berkembang menjadi berbagai macam pola seperti pola vertikal, diagonal dan horizontal. Biasanya, pola ini digunakan saat Grameds melakukan pertunjukan tari yang dilakukan secara berkelompok atau berpasangan.
Pola lantai garis vertilkal merupakan pola yang lurus dan memanjang. Nantinya, penari akan bergerak lurus dari depan ke belakang dan atau sebaliknya. Jumlah barisan ini bisa dibuat satu baris atau lebih, tergantung pada jumlah penari di atas panggung. Dari pola lantai garis vertikal, kesan yang diperlihatkan adalah tarian menjadi lebih tampak menyatu dan kuat. Nantinya, pola lantai garis vertikal juga bisa lebih dikembangkan lagi menjadi pola diagonal dan zig-zag.
Pola zig-zag adalah posisi di mana penari saling berselang-seling di sisi kiri dan di sisi kanan. Sedangkan, pola lantai garis diagonal yaitu posisi penari yang membentuk barisan lurus tetapi menyerong ke arah kiri atau ke arah kanan.
2. Pola Lantai Garis Horizontal
Sementara itu, pola lantai garis horizontal hampir sama dengan pola lantai garis vertikal. Hanya saja bentuk barisan ini dibentuk dari kiri ke kanan atau sebaliknya bukan depan ke belakang. Jumlah baris bisa terdiri dari satu baris saja atau lebih tergantung pada jumlah penari yang berada di atas panggung
Dari pola lantai garis horizontal ini kita kesan yang biasanya ditunjukkan dalam tarian yaitu kesan kebersamaan dan kesejajaran. Sama halnya seperti pola lantai garis vertikal, pola lantai garis horizontal juga bisa untuk lebih dikembangkan lagi menjadi pola lantai zig-zag. Nantinya, posisi penari bisa saling berselang-seling ke depan dan ke belakang di dalam satu barisan. Gerakan ini banyak dilakukan di dalam koreografi tari Saman dari Aceh.
3. Pola Lantai Garis Diagonal
Pola lantai garis diagonal adalah pola yang membentuk garis menyudut ke arah kanan dan ke arah kiri ataupun sebaliknnya. Pola lantai garis diagonal ini membuat tarian memiliki kesan yang dinamis, tetapi tetap kokoh bagi para penontonnya. Biasanya penari juga akan membawa property guna untuk memperindah gerakan ini, Grameds.
Pola lantai garis diagonal, memungkinkan posisi pada tiap-tiap penari berselang-seling secara bergantian ke arah depan dan ke arah belakang. Dari pola lantai ini kita dapat merasakan kesan dinamis nan lincah. Bahkan pola lantai ini bisa divariasikan dengan posisi menyerong, dari arah kanan depan ke arah kiri belakang ataupun dari arah kiri depan ke arah kanan belakang. Jika Grameds menginginkan pola yang lebih rumit lagi, pola lantai diagonal ini juga bisa untuk lebih dikembangkan lagi menjadi pola lantai yang berbentuk seperti tanda silang (X) dan juga yang berbentuk pola garis menyerupai huruf V.
4. Pola Garis Lengkung
Pola lantai garis dalam tarian berikutnya yaitu adalah pola lengkung. Pola lengkung bisa berbentuk seperti garis lingkaran, menyerupai huruf U, berbentuk angka delapan, serta melengkung seperti ular, apabila pola garis lurus memberikan kesan yang kuat dan dinamis, pola garis lengkung justru memberikan kesan yang lemah dan lembut.
Pada pola lantai garis lengkung, posisi penari akan membentuk seperti setengah lingkaran ke arah dalam maupun ke arah luar. Jadi, pola lantai ini akan berbentuk seperti cembungan atau cekungan apabila dilihat dari depan. Dengan pola lantai jenis ini, tarian akan mendapatkan kesan yang lembut. Disamping itu, dari pola lantai garis lengkung ini juga dapat dikembangkan lagi menjadi pola lantai lingkaran penuh atau membentuk menyerupai angka delapan.
Jenis tarian yang sangat identik dengan menggunakan pola ini di dalamnya adalah tarian kipas dari Korea. Para penari yang menggunakan hanbok nantinya akan membuat sebuah lengkungan dengan menggunakan kipas kemudian berputar dengan perlahan-lahan.
REFLEKSI / KESIMPULAN

Tidak ada komentar:
Posting Komentar