T
Tema 2 Persatuan Dalam Perbedaan
Sub Tema 1 Rukun dalam perbedaan MUATAN MATEMATIKATUJUAN PEMBELAJARAN
- Peserta didik mampu memahami Penjumlahan dan Pengurangan Bilangan Pecahan
- Peserta didik mampu menghitung/mencari Penjumlahan
dan Pengurangan Bilangan Pecahan
- Peserta didik mampu mengidentifikasi masalah Penjumlahan dan
Pengurangan Bilangan Pecahan
- Peserta didik mampu menyelesaikan masalah Penjumlahan dan
Pengurangan Bilangan Pecahan
Bilangan pecahan adalah bilangan yang disajikan a/b dibaca a per b. Di mana a dan b adalah bilangan bulat serta b tidak sama dengan 0 (nol). Bilangan a sebagai pembilang dan bilangan b sebagai penyebut.
- Peserta didik mampu memahami Penjumlahan dan Pengurangan Bilangan Pecahan
- Peserta didik mampu menghitung/mencari Penjumlahan dan Pengurangan Bilangan Pecahan
- Peserta didik mampu mengidentifikasi masalah Penjumlahan dan
Pengurangan Bilangan Pecahan
- Peserta didik mampu menyelesaikan masalah Penjumlahan dan Pengurangan Bilangan Pecahan
Bilangan pecahan adalah bilangan yang disajikan a/b dibaca a per b. Di mana a dan b adalah bilangan bulat serta b tidak sama dengan 0 (nol). Bilangan a sebagai pembilang dan bilangan b sebagai penyebut.
1. Pecahan biasa
Pecahan biasa dibagi menjadi dua macam, yaitu pecahan sejati dan pecahan tidak sejati.- Pecahan sejati merupakan bilangan pecahan yang pembilangnya lebih kecil daripada penyebutnya.
- Pecahan tidak sejati merupakan kebalikannya. Misalkan diketahui sebuah bilangan pecahan a/b, jika a < b disebut pecahan sejati, jika a > b disebut pecahan tidak sejati.
Contoh:
Pecahan biasa dibagi menjadi dua macam, yaitu pecahan sejati dan pecahan tidak sejati.
- Pecahan sejati merupakan bilangan pecahan yang pembilangnya lebih kecil daripada penyebutnya.
- Pecahan tidak sejati merupakan kebalikannya. Misalkan diketahui sebuah bilangan pecahan a/b, jika a < b disebut pecahan sejati, jika a > b disebut pecahan tidak sejati.
2. Pecahan campuran
Pecahan campuran adalah pecahan yang memuat campuran bilangan bulat dan pecahan murni. Pecahan campuran diperoleh dari pecahan biasa tidak sejati dengan pembagian porogapit bersisa.
Contoh:

- Cara Mengubah Pecahan Biasa (Tidak Murni) ke Pecahan Campuran
Pembilang dibentuk menjadi kelipatan penyebut, dan ditambahkan sisanya.
Contoh:

(gambar Ruang Guru)
Atau cara menggunakan porogapit:

(cara porogapit gambar: Ruang Guru)
- Cara Mengubah Pecahan Campuran ke Pecahan Biasa (Tidak Murni)
Pembilang dibentuk dari bilangan bulat pada pecahan campuran yang dikalikan dengan penyebut, lalu ditambahkan pembilang pada pecahan campuran.
Contoh:

Pecahan campuran adalah pecahan yang memuat campuran bilangan bulat dan pecahan murni. Pecahan campuran diperoleh dari pecahan biasa tidak sejati dengan pembagian porogapit bersisa.
Contoh:

Contoh:

- Cara Mengubah Pecahan Biasa (Tidak Murni) ke Pecahan Campuran
Pembilang dibentuk menjadi kelipatan penyebut, dan ditambahkan sisanya.
Contoh:

(gambar Ruang Guru)
Atau cara menggunakan porogapit:

(cara porogapit gambar: Ruang Guru)
- Cara Mengubah Pecahan Campuran ke Pecahan Biasa (Tidak Murni)
Pembilang dibentuk dari bilangan bulat pada pecahan campuran yang dikalikan dengan penyebut, lalu ditambahkan pembilang pada pecahan campuran.
Contoh:

3. Pecahan Desimal
Pecahan desimal merupakan bilangan pecahan yang penyebutnya bilangan kelipatan 10, yaitu 10, 100, 100, dst. Penulisan dari bilangan ini menggunakan tanda koma (,).

Pecahan desimal merupakan bilangan pecahan yang penyebutnya bilangan kelipatan 10, yaitu 10, 100, 100, dst. Penulisan dari bilangan ini menggunakan tanda koma (,).


4. Pecahan Senilai
Pecahan senilai merupakan dua atau lebih bilangan pecahan yang memiliki perbandingan yang sama antara pembilang dan penyebutnya.
Contoh:
1/2 senilai dengan 4/8, karena perbandingan pembilang dan penyebutnya sama, yaitu 1/2.
Tema 2 Sub Tema 1 muatan PKn dan SBdPTujuan Pembelajaran1.
Setelah mengamati gambar dan
membaca cerita tentang persatuan dalam perbedaan, peserta didik mampu menyebutkan
manfaat persatuan dalam kehidupan melalui diagram dengan benar.
2. Peserta didik mampu mampu
menuliskan contoh tentang pengalaman hidup rukun dalam kehidupan sehari-hari
dan manfaatnya sebagai wujud semangat persatuan.
3.
Setelah berdiskusi tentang pola
lantai berbagai tarian daerah, peserta didik mampu menyebutkan pola lantai tariannya
dengan benar.
Setelah
berdiskusi, siswa mampu mempraktikkan pola lantai tarian dari salah satu tarian
daerah yang dipilih dengan benar.
Manfaat persatuan dan kesatuan bagi kehidupan berbangsa: ➢ Terwujudnya perdamaian dunia. ➢ Masyarakat menjadi tentram. ➢ Semua kehidupan akan bahagia. ➢ Semakin kuatnya suatu negara. ➢ Tingkat solidaritas meningkat. ➢ Pekerjaan akan cepat selesai karena dilakukan bersama-samaPola Lantai
Pecahan senilai merupakan dua atau lebih bilangan pecahan yang memiliki perbandingan yang sama antara pembilang dan penyebutnya.
Contoh:
1/2 senilai dengan 4/8, karena perbandingan pembilang dan penyebutnya sama, yaitu 1/2.
Tema 2 Sub Tema 1 muatan PKn dan SBdP
Tujuan Pembelajaran
1.
Setelah mengamati gambar dan
membaca cerita tentang persatuan dalam perbedaan, peserta didik mampu menyebutkan
manfaat persatuan dalam kehidupan melalui diagram dengan benar.
2. Peserta didik mampu mampu
menuliskan contoh tentang pengalaman hidup rukun dalam kehidupan sehari-hari
dan manfaatnya sebagai wujud semangat persatuan.
3.
Setelah berdiskusi tentang pola
lantai berbagai tarian daerah, peserta didik mampu menyebutkan pola lantai tariannya
dengan benar.
Manfaat persatuan dan kesatuan bagi kehidupan berbangsa:
➢ Terwujudnya perdamaian dunia.
➢ Masyarakat menjadi tentram.
➢ Semua kehidupan akan bahagia.
➢ Semakin kuatnya suatu negara.
➢ Tingkat solidaritas meningkat.
➢ Pekerjaan akan cepat selesai karena dilakukan bersama-sama
Pola Lantai



Tidak ada komentar:
Posting Komentar