Tema 2 Persatuan Dalam Perbedaan Sub Tema 3. Bersatu kita teguh
TUJUAN PEMBELAJARAN
1. 1. Setelah membaca teks peserta didik mampu mengidentifikasi makna upaya mengembangkan kehidupan kebangsaan
yang sejahtera di awal masa kemerdekaan Indonesia menggunakan diagram.
2. 2. Setelah membaca teks peserta didik mampu menulis makna upaya mengembangkan kehidupan kebangsaan yang
sejahtera di masa awal kemerdekaan Indonesia dalam bentuk diagram.
3. 3. Setelah mengamati gambar,
membaca penjelasan, peserta didik mampu
mengidentifikasi gerakan dan pola lantai pada tari Indang.
4. 4. Setelah mengamati gambar,
membaca penjelasan, peserta didik mampu
mempraktikkan gerakan dan pola lantai pada tari Indang
Upaya Bangsa Indonesia Meningkatkan Kesejahteraan Rakyatdi Awal Masa Kemerdekaan Indonesia
Pada awal berdirinya Republik Indonesia, keadaan ekonomi Indonesia sangat buruk. Hal ini disebabkan oleh berbagai hal, di antaranya harga barang-barang mahal akibat inflasi dan adanya blokade ekonomi oleh Belanda (NICA). Berbagai upaya dilakukan oleh pemerintah beserta rakyat untuk meningkatkan kesejahteraan, di antaranya:
Pada awal kemerdekaan, pemerintah dan rakyat Indonesia belum sempat melakukan perbaikan ekonomi secara baik. Baru bulan Februari 1946, pemerintah mulai memprakarsai usaha untuk memecahkan masalah-masalah ekonomi yang mendesak. Upaya-upaya tersebut meliputi:
Pinjaman Nasional
Program Pinjaman Nasional ini dilaksanakan oleh Menteri Keuangan. lr. Surachman. Pinjaman Nasional akan dibayar kembali selama jangka waktu 40 tahun.
Konferensi Ekonomi
Konferensi ini dihadiri oleh para cendekiawan, para gubernur, dan para pejabat lainnya yang bertanggung jawab langsung mengenai masalah ekonomi di Jawa. Konferensi ini dipimpin oleh Menteri Kemakmuran, Ir. Darmawan Mangunkusumo. Tujuan konferensi ini untuk memperoleh kesepakatan yang bulat dalam menanggulangi masalah-masalah ekonomi yang mendesak, seperti masalah produksi dan distribusi makanan, sandang, serta status dan administrasi perkebunan.
Pembentukan Badan Perancang Ekonomi
Pembentukan Badan ini atas inisiatif Menteri Kemakmuran, dr. A.K. Gani. Badan ini merupakan badan tetap yang bertugas membuat rencana pembangunan ekonomi untuk jangka waktu 2 sampai 3 tahun.
Rencana Kasimo (Kasimo Plan)
Program ini disusun oleh Menteri Urusan Bahan Makanan I.J. Kasimo. Program ini berupa Rencana Produksi Tiga Tahun, 1948-1950 mengenai usaha swasembada pangan dengan beberapa petunjuk pelaksanaan yang praktis. Untuk meningkatkan produksi bahan pangan dalam program ini, Kasimo menyarankan agar :
Menanami tanah-tanah kosong di Sumatra timur seluas 281.277 ha.
Di Jawa dilakukan intensifikasi dengan menanam bibit unggul;
Pencegahan penyembelihan hewan-hewan yang berperan penting bagi produksi pangan;
Di setiap desa dibentuk kebun-kebun bibit;
Transmigrasi.
Persatuan Tenaga Ekonomi
Organisasi yang dipimpin B.R. Motik ini bertujuan untuk menggiatkan kembali partisipasi pengusaha swasta. Dengan dibentuknya PTE juga diharapkan dapat dan melenyapkan individualisasi di kalangan organisasi pedagang sehingga dapat memperkokoh ketahanan ekonomi bangsa Indonesia.
MUATAN MATEMATIKA
MUATAN MATEMATIKA
TUJUAN PEMBELAJARAN
1.Peserta didik mampu memahami operasi pecahan desimal dan persen. 2.Peserta didik mampu menghitung/mencari operasi pecahan desimal dan persen. 3.Peserta didik mampu mengidentifikasi masalah operasi pecahan desimal dan persen. 4Peserta didik mampu menyelesaikan masalah operasi pecahan desimal dan persen.
1. Mengubah Pecahan biasa ke Pecahan Desimal atau Sebaliknya Cara mengubah pecahan biasa ke pecahan desimal dapat dilakukan dengan cara mengubah penyebut menjadi 10, 100, atau 1000. Ingat, bahwa bilangan desimal merupakan bilangan per sepuluh, per seratus, atau per seribu.
Contoh :
1
=
1 x 25
=
25
= 0,25
4
4 x 25
100
Untuk mengubah pecahan biasa juga dapat dilakukan dengan cara membagi langsung pembilang dengan penyebut.
Sebaliknya untuk mengubah pecahan desimal ke pecahan biasa dapat dilakukan dengan cara mengubah seperti di bawah ini.(ingat jumlah angka dibelakang koma menunjukkan besarnya penyebut pecahan)
Contoh 1: 0,75 =
75
=
75 : 25
=
3
100
100 : 25
4
Contoh 2 : 2,58 = 2 satuan + 5 per sepuluhan + 8 per seratusan
=2 +
5
+
8
=
25
=
200
+
50
+
8
=
258
10
100
100
100
100
100
100
2. Mengubah Pecahan Biasa ke Pecahan Campuran atau Sebaliknya Pecahan biasa yang dapat diubah ke pecahan campuran hanya pecahan biasa yang pembilangnya lebih besar daripada penyebutnya, Cara mengubahnya dengan cara membagi pembilang dengan penyebut (hasilnya bilangan bulat), kemudian sisa pembagian dijadikan pembilang pecahan (penyebut tetap)
Contoh :
8
= 8 : 3 (hasil 2 sisa 2) sehingga menjadi 2
2
3
3
Sebaliknya untuk mengubah pecahan campuran ke bentuk pecahan biasa dapat dilakukan dengan cara mengalikan bilangan bulat dengan penyebut kemudian ditambah dengan pembilang, penyebut tetap.
Contoh :2
2
= (2 x 3) + 2 (pembilang) sehingga menjadi
8
3
3
3. Mengubah Pecahan Biasa ke Persen atau Sebaliknya
Untuk mengubah pecahan biasa ke bentuk persen dapat dilakukan dengan cara mengubah penyebut menjadi bilangan seratus, pembilang juga ikut dikalikan dengan bilangan yang dijadikan pengali penyebut.
Contoh :
2
= (supaya menjadi 100 penyebut (5) dikalikan 20
2 x 20
=
40
= 40%
5
5 x 20
100
Sebaliknya untuk kmengubah pecahan persen ke pecahan biasa dapat dilakukan dengan mengubah pecahan persen (perseratus) menjadi pecahan biasa kemudian apabila pecahan masih bisa disederhanakan, sederhanakanlah.
Contoh 45% :
45
, sederhanakan membagi dengan bilangan yang sama
45 : 5
=
9
100
100 : 5
20
REFLEKSI / KESIMPULAN
Berdasarkan pembelajaran hari ini peserta didik mebgetahui upaya yang dilakukan unruk meningkatkan kesejahteraan diawal kemerdekaan
Tidak ada komentar:
Posting Komentar