Ts
Assalamualaikum,
Selamat datang dan selamat bergabung di rombel kelas 6A anak-anak hebat, kelas yang akan menjadi tempat kalian belajar, bermain , dan bertumbuh bersama selama satu tahun ke depan. Ibu berharap kalian semua dapat menyesuaikan diri dengan kelas baru kalian. Jangan malu bertanya jika ada hal yang belum kalian pahami dan kami akan selalu berusaha membantu kalian untuk belajar dengan baik dan nyaman.lbu juga berharap kalian selalu melaksanan sholat lima waktu tepat pada waktunya dan selalu murojaah surat-surat pendek,agar bertambah selalu hafalan kalian.
IPAS
Tujuan Pembelajaran
- Peserta didik mampu menganalisis peran pelaku ekonomi (produsen, distributor, dan konsumen) dalam kehidupan masyarakat
Pelaku Ekonomi di Sekitar Kita
1. Rumah Tangga Konsumen (RTK)
Rumah tangga konsumen adalah kelompok masyarakat yang menggunakan barang dan jasa untuk memenuhi kebutuhan hidupnya.
Kelompok ini berperan sebagai konsumen dengan membeli dan menggunakan produk dari produsen.⁵
Selain itu, rumah tangga konsumen juga bisa berperan sebagai penyedia faktor produksi, misalnya dengan menyewakan tanah untuk usaha atau berinvestasi di perusahaan untuk mendapatkan keuntungan.
Kita semua termasuk dalam rumah tangga konsumen. Ketika kita membeli jajanan di kantin, membeli buku, atau berbelanja kebutuhan sekolah, kita sedang melakukan kegiatan konsumsi.
Contoh peran rumah tangga konsumen:
- Membeli makanan di warung atau supermarket.
- Menggunakan jasa transportasi umum.
- Menyewakan tanah atau rumah kepada orang lain.
- Berinvestasi di saham atau deposito.
2. Rumah Tangga Produsen (RTP)
Sekarang coba perhatikan lingkungan sekitar. Apakah ada penjual gorengan, toko kelontong, atau usaha penatu? Kelompok itu termasuk dalam rumah tangga produsen.
Rumah tangga produsen adalah kelompok yang menghasilkan barang dan jasa untuk memenuhi kebutuhan masyarakat.
Berdasarkan kepemilikannya, rumah tangga produsen dibagi menjadi dua:
- Produsen milik negara, seperti Badan Usaha Milik Negara (BUMN).
- Produsen milik swasta, seperti perusahaan dan usaha kecil.
Contoh peran rumah tangga produsen:
- Petani menanam padi dan menjualnya kepada masyarakat.
- Pemilik usaha penatu menyediakan jasa pencucian pakaian.
3. Rumah Tangga Pemerintahan
Peran ini bisa kita lihat dari berbagai pengeluaran yang dilakukan untuk kepentingan masyarakat, seperti pembangunan jalan, pembelian peralatan kantor, dan pembayaran gaji pegawai negeri.
Pemerintah memiliki peran sebagai konsumen dan produsen:
- Sebagai konsumen, pemerintah menggunakan anggaran untuk membangun infrastruktur dan membayar pegawai.
- Sebagai produsen, pemerintah memiliki perusahaan negara (BUMN) yang menyediakan barang dan jasa bagi masyarakat.
Sebagai regulator, pemerintah menetapkan kebijakan ekonomi seperti pajak dan suku bunga untuk menjaga keseimbangan ekonomi
Contoh peran rumah tangga pemerintahan:
- PT Pertamina (BUMN) mengelola minyak bumi dan gas untuk kebutuhan masyarakat.
- Pemerintah membangun jalan dan jembatan untuk meningkatkan keterhubungan antardaerah.
- Pemerintah memberikan bantuan sosial kepada masyarakat yang membutuhkan.
4. Masyarakat Luar Negeri
Dalam era globalisasi, setiap negara tidak bisa berdiri sendiri. Negara-negara saling bekerja sama dalam perdagangan dan investasi.
Masyarakat luar negeri berperan dalam ekonomi Indonesia dengan:
- Sebagai konsumen, membeli produk Indonesia melalui ekspor.
- Sebagai produsen, menjual produk ke Indonesia melalui impor.
- Sebagai investor, menanamkan modal di berbagai sektor di Indonesia.
Contoh peran masyarakat luar negeri:
- Indonesia mengekspor kopi ke berbagai negara.
- Indonesia mengimpor bahan baku baja dari Tiongkok.
- Perusahaan luar negeri berinvestasi dalam industri manufaktur di Indonesia.
Seni Rupa
Tujuan Pembelajaran
Murid Dapat Membuat karya rupa berdasarkan gagasannya sendiri atau mengambil inspirasi dari luar dirinya dengan menggunakan dan menggabungkan unsur garis, warna, tekstur, bentuk, dan bangun (karya seni rupa 2 dimensi)
Seni rupa 2 dimensi merupakan karya seni rupa yang hanya mempunyai dua ukuran ataupun sisi. Mudahnya, karya yang satu ini hanya mempunyai panjang dan lebar saja, tanpa adanya dimensi ketiga yakni ruang. Misalnya saja lukisan, seni grafis, ilustrasi, dan karya seni rupa lainnya yang digambar diatas permukaan datar. Istilah tersebut muncul saat seni rupa dibedakan berdasarkan dimensinya, yakni karya seni rupa 2 dimensi dan karya seni rupa 3 dimensi. Penggolongan seperti ini dilakukan supaya kita dapat memahami seberapa jauh cakupan seni rupa bisa dibedakan. Selain itu, kategorisasi tersebut juga bisa membantu kita dalam memahami berbagai perbedaannya untuk melakukan apresiasi dan juga penilaian yang sesuai dengan masing-masing jenis karya, baik itu 2 dimensi atau 3 dimensi.
Contohnya saja, seni rupa juga bisa dibedakan berdasarkan fungsinya, yakni seni rupa terapan yang pembuatannya melalui proses perancangan dan seni rupa murni yang karyanya dibuat dengan tujuan untuk dinikmati keindahan dan keunikannya tanpa mempertimbangkan fungsi praktisnya. Pastinya, apabila kita menilai sebuah desain sebagai seni rupa, maka penilaian kita tidak akan valid. Begitu pun sebaliknya, apabila kita menilai karya seni rupa yang tidak mempunyai fungsi sebagai karya seni, maka karya tersebut tidak akan ternilai sebagaimana semestinya.
Selain berdasarkan pada bentuk atau dimensi serta fungsinya, karya seni rupa juga bisa kita bedakan berdasarkan karakteristik media, baik itui alat, teknik, dan bahan serta orientasi pembuatannya. Berdasarkan karakteristik tersebut, seni rupa terbagi menjadi seni lukis, seni patung, seni grafis, seni kriya, dan juga desain. Saat kita mengetahui setiap jenis seni rupa berdasarkan parameter fungsinya, maka akan jauh lebih mudah untuk kita mengapresiasi atau menciptakan karya spesifik yang ingin kita pelajari. Sebab, setiap jenis karya seni rupa yang berbeda akan memerlukan perlakuan atau treatment yang berbeda juga.
Kesimpulan/refleksi
Peserta didik dapat mengidentifikasi peran pelaku ekonomi dan memahami jenis-jenis gambar

Tidak ada komentar:
Posting Komentar