Rabu, 12 November 2025

Kamis, 13 November 2025

Ts

                                                                               Assalamualaikum, 

Selamat datang dan selamat bergabung di rombel kelas 6A anak-anak hebat, kelas yang akan menjadi tempat kalian belajar, bermain , dan bertumbuh bersama selama satu tahun ke depan. Ibu berharap kalian semua dapat menyesuaikan diri dengan kelas baru kalian. Jangan malu bertanya jika ada hal yang belum kalian pahami dan kami akan selalu berusaha membantu kalian untuk belajar dengan baik dan nyaman.lbu juga berharap kalian selalu melaksanan sholat lima waktu tepat pada waktunya dan selalu murojaah surat-surat pendek,agar bertambah selalu hafalan kalian.

I P A S

1. Latar Belakang Perlawanan 

Perlawanan terjadi karena bangsa Eropa (seperti Belanda dan Portugis) melakukan monopoli perdagangan, mencampuri urusan kerajaan lokal, dan berusaha menguasai wilayah Indonesia untuk mengeruk kekayaan alam, yang menyebabkan penderitaan rakyat. Keinginan untuk bebas dari penjajahan dan menjadi negara berdaulat mendorong rakyat Indonesia untuk melawan.
2. Sifat Perlawanan Sebelum Abad ke-20
Sebelum abad ke-20, perjuangan bangsa Indonesia memiliki ciri-ciri sebagai berikut:
  • Bersifat kedaerahan: Perlawanan terjadi di daerah masing-masing dan tidak terkoordinasi secara nasional.
  • Bergantung pada tokoh pemimpin: Jika pemimpin tertangkap atau meninggal, perlawanan cenderung melemah atau berhenti.
  • Menggunakan senjata tradisional: Seperti bambu runcing, keris, dan senjata api sederhana, sehingga kalah dari persenjataan modern penjajah.
  • Dilakukan secara sporadis: Perlawanan tidak berlangsung secara terus-menerus dan dalam skala besar. 
Beberapa contoh perlawanan fisik yang penting antara lain:
  • ultan Agung (Mataram): Melawan VOC di Batavia.
  • Sultan Hasanuddin (Gowa-Tallo): Melawan VOC di Makassar ("Ayam Jantan dari Timur").
  • Pangeran Diponegoro (Jawa): Memimpin Perang Jawa (1825-1830) melawan Belanda.
  • Tuanku Imam Bonjol (Sumatera Barat): Memimpin Perang Padri melawan Belanda.
  • Pattimura (Maluku): Melawan monopoli perdagangan rempah-rempah oleh Belanda (VOC).
  • Cut Nyak Dien dan Teuku Umar (Aceh): Memimpin Perang Aceh yang gigih melawan Belanda. 

SBdP

A. Pengertian Anyaman

Anyaman adalah karya seni rupa yang dibuat dengan cara menyilang-nyilangkan bahan secara teratur, sehingga membentuk pola dan memiliki nilai fungsi dan estetika.

C. Bahan yang Dapat Digunakan untuk Anyaman

  • Bahan alam: daun kelapa, daun pandan, bambu, rotan.

  • Bahan buatan: kertas, pita plastik, sedotan, tali rafia.

D. Jenis Teknik Anyaman

  1. Teknik Anyaman Searah: menyilang satu arah (misalnya horizontal saja).

  2. Teknik Anyaman Silang: menyilang dua arah (horizontal dan vertikal).

  3. Teknik Anyaman Diagonal: menyilang secara miring (sudut tertentu).

E. Langkah-langkah Membuat Anyaman Sederhana

  1. Menyiapkan bahan dan alat.

  2. Membuat pola dasar (misalnya garis lurus atau kotak).

  3. Memulai proses menyilang bahan (dari tengah atau dari ujung).

  4. Merapikan hasil anyaman (memastikan tarikan tidak longgar).

  5. Memotong dan menyusun akhir sesuai bentuk yang diinginkan.


Kesimpulan / refleksi
Dalam pembelajaran hari ini sebagian peserta didik mengetahui perlawanan terhadap penjajah yg masih bersifat kedaerahan

Dokumentasi


Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Rabu, 06 Mei 2026

  Ts.                                                                                Assalamualaikum,   Selamat datang dan selamat bergabung...