Ts
Assalamualaikum,
Selamat datang dan selamat bergabung di rombel kelas 6A anak-anak hebat, kelas yang akan menjadi tempat kalian belajar, bermain , dan bertumbuh bersama selama satu tahun ke depan. Ibu berharap kalian semua dapat menyesuaikan diri dengan kelas baru kalian. Jangan malu bertanya jika ada hal yang belum kalian pahami dan kami akan selalu berusaha membantu kalian untuk belajar dengan baik dan nyaman.lbu juga berharap kalian selalu melaksanan sholat lima waktu tepat pada waktunya dan selalu murojaah surat-surat pendek,agar bertambah selalu hafalan kalian.
Tujuan Pembelajaran :Murid dapat mengidentifikasi organ-organ sistem pernafasan dan menjelaskan fungsinya dalam proses pernafasan melalui diskusi kelompok dan presentasi.
1. Rongga Hidung
Rongga hidung berfungsi sebagai tempat masuknya udara dan pengambilan oksigen. Di dalam rongga hidung terdapat rambut-rambut halus dan lendir yang berfungsi untuk menyaring dan membersihkan udara dari partikel-partikel kecil yang masuk bersama dengan udara.
2. Faring
Faring adalah saluran yang menghubungkan rongga hidung dan mulut dengan trakea. Faring berfungsi sebagai tempat masuknya udara dan makanan.
Ketika kita menelan makanan, epiglotis akan menutupi jalan masuk menuju paru-paru, sehingga makanan tidak masuk ke dalam saluran pernapasan.
3. Trakea
Trakea adalah saluran udara yang menghubungkan faring dengan bronkus. Di dalam trakea terdapat rambut-rambut halus yang berfungsi untuk menyaring dan membersihkan udara dari partikel-partikel yang masuk bersama dengan udara.
4. Laring
Laring adalah organ yang terletak di atas trakea dan berfungsi sebagai pengatur suara dan mencegah masuknya makanan ke dalam saluran pernapasan. Ketika kita bernapas, pita suara di dalam laring akan terbuka sehingga udara dapat masuk ke dalam trakea.
5. Bronkus
Bronkus adalah cabang-cabang saluran udara yang bercabang dari trakea dan menuju ke paru-paru. Bronkus berfungsi sebagai tempat masuknya udara ke dalam paru-paru.
Di dalam bronkus terdapat rambut-rambut halus dan lendir yang berfungsi untuk menyaring dan membersihkan udara dari partikel-partikel yang masuk bersama dengan udara.
6. Alveolus
Alveolus adalah struktur kecil berbentuk kantung yang terdapat di dalam paru-paru. Alveolus berfungsi sebagai tempat pertukaran gas antara udara dan darah.
Oksigen yang masuk ke dalam paru-paru akan diserap oleh darah melalui dinding alveolus, sementara karbon dioksida dari darah akan dikeluarkan ke dalam alveolus untuk dikeluarkan dari tubuh melalui napas.
7. Paru-paru
Paru-paru adalah organ utama dalam sistem pernapasan yang berfungsi sebagai tempat pertukaran gas antara udara dan darah. Di dalam paru-paru terdapat jutaan alveolus yang berfungsi untuk menyerap oksigen dan membuang karbondioksida dari tubuh.
8. Pleura
Pleura adalah lapisan tipis yang melapisi paru-paru dan rongga dada. Pleura berfungsi untuk mengurangi gesekan antara paru-paru dan dinding dada saat kita bernapas.
Sistem pernapasan juga memiliki mekanisme pengaturan untuk menjaga keseimbangan kadar oksigen dan karbon dioksida di dalam tubuh. Jika kadar oksigen di dalam tubuh rendah, maka sistem pernapasan akan meningkatkan frekuensi dan kedalaman nafas untuk mengambil lebih banyak oksigen.
Sebaliknya, jika kadar karbon dioksida di dalam tubuh tinggi, maka sistem pernapasan akan meningkatkan frekuensi nafas untuk mengeluarkan lebih banyak karbon dioksida dari tubuh.
Mekanisme Sistem Respirasi Manusia
Proses pernapasan pada manusia secara singkat dimulai di rongga hidung atau mulut, kemudian udara masuk ke dalam faring dan trakea, lalu menuju ke bronkus dan akhirnya sampai ke alveolus di dalam paru-paru.
Di dalam alveolus, terjadi pertukaran gas antara udara dan darah. \Oksigen dari udara akan masuk ke dalam darah, sedangkan karbon dioksida dari darah akan dikeluarkan ke dalam alveolus.
Setelah terjadi pertukaran gas, udara yang telah kehilangan oksigen akan keluar dari tubuh melalui rongga hidung atau mulut. Proses ini terjadi secara terus-menerus selama kita bernapas, baik saat kita sedang istirahat maupun saat kita beraktivitas.
Pernapasan Dada
Pernapasan dada inspirasi adalah salah satu jenis pernapasan dimana udara masuk ke dalam paru-paru dengan cara mengembangkan dada atau rongga dada.
Pada saat inspirasi, otot-otot antar tulang rusuk akan mengencang dan menarik tulang rusuk ke atas dan ke luar. Rongga dada membesar dan membuat paru-paru dapat menarik udara ke dalam.
Pada saat yang sama, diafragma yang terletak di bawah rongga dada akan menurun sehingga juga membantu mengembangkan paru-paru dan menarik udara masuk.
Pernapasan dada inspirasi biasanya terjadi ketika kita membutuhkan lebih banyak oksigen, seperti saat kita berolahraga atau merasa kehabisan nafas.
Namun, jika terlalu sering menggunakan pernapasan dada inspirasi, kita bisa mengalami kelelahan otot dada dan masalah pernapasan.
Oleh karena itu, disarankan untuk menggabungkan pernapasan dada inspirasi dengan pernapasan perut atau diafragma untuk menjaga keseimbangan dan kesehatan sistem pernapasan kita. Pernapasan dada diatur oleh kerja otot-otot antar tulang rusuk dan diafragma.
Ketika kita bernapas, otot-otot tersebut bekerja bersama-sama untuk memperbesar rongga dada dan menarik udara masuk ke dalam paru-paru. Proses ini terjadi secara otomatis tanpa kita perlu memikirkannya.
Pernapasan Perut
Pernapasan perut dilakukan dengan menggunakan otot diafragma, yang terletak di bawah rongga dada. Ketika kita melakukan pernapasan perut, diafragma akan menarik diri ke bawah ke arah perut, sehingga membuat rongga perut membesar dan mengurangi tekanan di dalam rongga dada. Hal ini memungkinkan udara masuk ke dalam paru-paru dengan lebih mudah.
Pernapasan perut inspirasi dan ekspirasi juga bisa terjadi. Pada saat inspirasi, udara masuk ke dalam paru-paru karena tekanan udara di luar lebih tinggi dibandingkan tekanan di dalam paru-paru. Ketika diafragma menarik diri ke bawah, rongga dada membesar dan memberi ruang bagi paru-paru untuk menarik udara masuk.
Sedangkan pada saat ekspirasi, udara keluar dari paru-paru karena tekanan udara di dalam paru-paru lebih tinggi dibandingkan tekanan di luar. Saat itu, diafragma akan kembali ke posisi semula dan membuat rongga perut mengecil, sehingga paru-paru bisa mengeluarkan udara keluar.
Pernapasan perut terjadi karena terjadinya kontraksi otot diafragma. Kontraksi tersebut membantu menarik udara masuk ke dalam paru-paru dan mengeluarkan udara keluar. Selain itu, pernapasan perut juga membantu untuk mengurangi stres dan ketegangan, karena membuat tubuh lebih rileks dan mengurangi ketegangan pada otot dada.
Pernapasan dada dan perut pada dasarnya memiliki perbedaan pada cara kita menggunakan otot-otot pernapasan. Pernapasan dada melibatkan otot-otot antar tulang rusuk dan membuat dada bergerak naik-turun untuk menarik udara masuk ke dalam paru-paru. Sementara itu, pernapasan perut melibatkan otot diafragma, yang terletak di bawah rongga dada.
Gangguan Sistem Respirasi Manusia
Berikut ini adalah penjelasan mengenai gangguan pernapasan dan gejalanya yang umum terjadi pada manusia:
Asma
Asma adalah kondisi kronis yang ditandai dengan peradangan dan penyempitan saluran pernapasan, membuat sulit bagi penderitanya untuk bernapas.
Gejala asma meliputi sesak napas, dada terasa sesak, batuk yang terus menerus, dan pengisian suara saat bernapas.
Tuberkulosis
Tuberkulosis atau TB adalah penyakit infeksi yang disebabkan oleh bakteri Mycobacterium tuberculosis.
Gejalanya termasuk batuk yang berlangsung selama lebih dari tiga minggu, demam, keringat malam, penurunan berat badan, dan lelah.
Faringitis
Faringitis adalah peradangan pada tenggorokan yang sering disebabkan oleh infeksi virus atau bakteri.
Gejalanya meliputi sakit tenggorokan, sulit menelan, demam, sakit kepala, dan batuk.
Bronkitis
Bronkitis adalah kondisi peradangan pada saluran udara yang menghubungkan paru-paru dan tenggorokan.
Gejala bronkitis adalah batuk yang berlangsung selama lebih dari lima hari, dahak, sesak napas, dan dada terasa berat.
Pneumonia
Pneumonia adalah infeksi pada paru-paru yang disebabkan oleh bakteri, virus, atau jamur.
Gejala pneumonia meliputi demam, batuk, sesak napas, dada terasa sakit saat bernapas, dan dahak berwarna kuning atau hijau.
Emfisema
Emfisema adalah kondisi kronis yang mempengaruhi paru-paru dan menyebabkan kerusakan pada alveoli, struktur kecil pada paru-paru yang bertanggung jawab untuk pertukaran gas.
Gejala emfisema meliputi sesak napas, batuk berdahak, penurunan berat badan, dan kelelahan.
Sinusitis
Sinusitis adalah peradangan pada membran yang melapisi rongga hidung dan sinus paranasal.
Gejala sinusitis meliputi sakit kepala, sakit gigi, hidung tersumbat atau berair, dan peningkatan produksi lendir.
Kanker Paru-paru
Kanker paru-paru adalah jenis kanker yang berkembang pada jaringan paru-paru.
Gejalanya meliputi batuk yang berlangsung selama lebih dari tiga minggu, dada terasa sakit atau terasa berat, sesak napas, dan kelelahan
Mapel Seni Rupa
Tujuan Pembelajaran Murid dapat mempresentasikan penilaian karya dan penciptaan karya seni rupa dengan menggunakan kosa kata seni
Materi
Penciptaan karya seni rupa du dimensi
Seni rupa 2 dimensi merupakan karya seni rupa yang hanya mempunyai dua ukuran ataupun sisi. Mudahnya, karya yang satu ini hanya mempunyai panjang dan lebar saja, tanpa adanya dimensi ketiga yakni ruang. Misalnya saja lukisan, seni grafis, ilustrasi, dan karya seni rupa lainnya yang digambar diatas permukaan datar. Istilah tersebut muncul saat seni rupa dibedakan berdasarkan dimensinya, yakni karya seni rupa 2 dimensi dan karya seni rupa 3 dimensi. Penggolongan seperti ini dilakukan supaya kita dapat memahami seberapa jauh cakupan seni rupa bisa dibedakan. Selain itu, kategorisasi tersebut juga bisa membantu kita dalam memahami berbagai perbedaannya untuk melakukan apresiasi dan juga penilaian yang sesuai dengan masing-masing jenis karya, baik itu 2 dimensi atau 3 dimensi.
Contohnya saja, seni rupa juga bisa dibedakan berdasarkan fungsinya, yakni seni rupa terapan yang pembuatannya melalui proses perancangan dan seni rupa murni yang karyanya dibuat dengan tujuan untuk dinikmati keindahan dan keunikannya tanpa mempertimbangkan fungsi praktisnya. Pastinya, apabila kita menilai sebuah desain sebagai seni rupa, maka penilaian kita tidak akan valid. Begitu pun sebaliknya, apabila kita menilai karya seni rupa yang tidak mempunyai fungsi sebagai karya seni, maka karya tersebut tidak akan ternilai sebagaimana semestinya.
Seorang seniman, desainer, perajin, kriyawan, dan lainnya akan mengolah unsur-unsur seni rupa fisik dan juga non-fisik sesuai dengan keterampilan dan kepekaan yang dimilikinya dalam mewujudkan sebuah karya seni rupa. Di dalam sebuah karya seni rupa, unsur fisik bisa secara langsung dilihat dan diraba. Sementara untuk unsur non-fisik yaitu prinsip ataupun kaidah-kaidah umum yang digunakan untuk menempatkan unsur-unsur fisik di dalam sebuah karya seni.
Seni rupa 2 dimensi ini berasal dari berbagai macam unsur pembentuk kesatuan yang diolah sedemikian rupa oleh seniman yang menciptakannya. Unsur tersebut terdiri dari unsur fisik yang bisa langsung dilihat sampai diraba. Lalu, unsur non-fisik ataupun kaidah umum yang digunakan untuk menempatkan unsur fisik dalam sebuah karya yang biasa disebut dengan prinsip seni. Berikut ini adalah beberapa unsur-unsur yang ada di dalam karya seni rupa 2 dimensi, antara lain:
1. Titik
Titik merupakan unsur seni rupa yang paling mendasar atau fundamental dari seni rupa 2 dimensi. Kumpulan titik-titik akan membentuk sebuah garis. Titik-titik yang dikumpulkan dengan warna yang berbeda akan menimbulkan kesan yang berbeda dalam karya seni rupa 2 dimensi.
2. Garis
Garis merupakan kumpulan titik yang terbentuk melalui goresan ataupun tarikan dari titik satu ke titik lainnya. Misalnya saja, garis meliputi panjang, pendek, tips, tebal, melengkung, lurus, berombak, ataupun patah-patah.
3. Bidang
Bidang merupakan kumpulan dari beberapa garis yang membentuk bangun datar. Kumpulan bidang ini akan membentuk suatu ruang. Ruangan tersebut kita kenal sebagai dimensi, seperti misalnya dimensi panjang dan lebar.
4. Bentuk
Gabungan dari unsur bidang akan menciptakan bentuk. Bentuk ini secara bahasa memiliki arti bangun atau bentuk plastis. Sedangkan bangun merupakan bentuk benda yang terlihat oleh mata seperti bulat, persegi, tak teratur, dan lain sebagainya.
5. Warna
Warna merupakan unsur yang penting di dalam sebuah karya seni. Dimana warna disini akan memberikan rasa dan pesan di dalam sebuah karya seni yang ingin disampaikan oleh pelukis. Sehingga nantinya akan sesuai dengan gambaran kenyataan yang ada. Warna ini dibagi menjadi lima jenis, yakni warna primer (merah, biru, kuning), sekunder (warna campuran), tersier, analogus, dan juga komplementer.
6. Gelap Terang
Gelap terang muncul karena adanya perbedaan intensitas cahaya yang jatuh pada permukaan benda. Unsur gelap terang ini akan memberikan kesan dan kedalaman dalam sebuah karya seni.
7. Ruang dan Kedalaman
Unsur yang satu ini berhubungan dengan unsur gelap terang. Dengan memberikan kesan gelap terang pada sebuah lukisan seperti menjorok, cembung, ataupun jauh akan menciptakan kedalaman yang sifatnya semu akibat adanya ilusi mata.



Tidak ada komentar:
Posting Komentar