Kamis, 31 Juli 2025

Jumat, 01 Agustus 2025

 Ts

                                                                               Assalamualaikum, 

Selamat datang dan selamat bergabung di rombel kelas 6A anak-anak hebat, kelas yang akan menjadi tempat kalian belajar, bermain , dan bertumbuh bersama selama satu tahun ke depan. Ibu berharap kalian semua dapat menyesuaikan diri dengan kelas baru kalian. Jangan malu bertanya jika ada hal yang belum kalian pahami dan kami akan selalu berusaha membantu kalian untuk belajar dengan baik dan nyaman.lbu juga berharap kalian selalu melaksanan sholat lima waktu tepat pada waktunya dan selalu murojaah surat-surat pendek,agar bertambah selalu hafalan kalian. 

Mata Pelajaran Matematika

Tujuan Pembelajaran
Melakukan operasi penjumlahan, pengurangan, perkalian, dan pembagian bilangan cacah sampai 100.000.

Model Pembelajaran Project Based Learning

Media digital, video edukasi

Materi 
Penerapan Operasi Hitung Penjumlahan, Pengurangan, Perkalian, dan pembagian bilangan cacah

                             


             

  1. Penerapan Operasi Hitung:
    1. 1. Penjumlahan:
      • Konsep: Menggabungkan dua bilangan atau lebih untuk mendapatkan total. 
      • Contoh: Menghitung total permen yang dimiliki jika digabungkan dengan permen teman. 
      2. Pengurangan:
      • Konsep: Mengambil sebagian dari suatu bilangan. 
      • Contoh: Menghitung sisa permen setelah beberapa permen dimakan. 
      3. Perkalian:
      • Konsep: Penjumlahan berulang dari suatu bilangan. Contoh: Menghitung total harga jika membeli beberapa barang dengan harga yang sama. 

      • 4. Pembagian
      • Contoh: Membagi kue menjadi beberapa bagian sama untuk teman-tema
      Penerapan dalam Kehidupan Sehari-hari:
      • Belanja: Menghitung total belanjaan, menghitung diskon, atau menghitung kembalian.
      • Memasak: Menghitung jumlah bahan yang dibutuhkan, atau membagi makanan menjadi beberapa porsi.
      • Mengelola waktu: Menghitung durasi kegiatan, atau mengatur jadwal.
      • Mengukur: Mengukur panjang, lebar, atau tinggi suatu benda.

      • Mata Pelajaran IPAS

        Tujuan Pembelajaran
        Menganalisis dampak aktivitas manusia terhadap keseimbangan ekosistem secara kritis dan bertanggung jawab

        Model Pembelajaran Discovery Learning

        Media digital Video Edukasi

        Materi 
        Keseimbangan Ekosistem



        Aktivitas Manusia yang Memengaruhi Keseimbangan Ekosistem

        Ekosistem adalah hubungan timbal balik antara makhluk hidup dengan lingkungannya. Keseimbangan ekosistem akan menciptakan kehidupan yang harmonis antara alam dan        makhluk hidup penghuninya.

        Tuhan menciptakan alam yang secara alami mengontrol keseimbangan ekosistem melalui proses kelahiran, kematian, dan perpindahan energi suatu individu. Akan tetapi, baik secara sadar maupun tidak sadar ada aktivitas manusia yang dapat mengganggu control alami terhadap keseimbangan ekosistem.

        Pada matri ini mari kita akan mempelajari

        1. Penebangan Hutan Secara Liar

        Penebangan Hutan Secara Liar

        Meningkatnya kebutuhan kayu mengakibatkan hutan ditebang secara besar-besaran. Tanah menjadi tidak terlindungi. Tanpa akar tanaman yang menjaga tanah, tanah akan mudah terjadi longsor. Adakalanya longsoran jatuh ke sungai. Akibatnya, air sungai menjadi keruh. Sinar matahari tidak sampai pada tumbuhan dalam air. Akibatnya, tumbuhan itu tidak dapat berfotosintesis dan lama-kelamaan mati.

        Penebangan liar juga mengakibatkan berkurangnya wilayah resapan air. Akibatnya, timbul bencana banjir dan tanah longsor. Banjir membawa kerugian pada manusia. Kerugian apakah itu? Coba kamu sebutkan!

        2. Pembuangan Sampah atau Limbah

        Pembuangan Sampah atau Limbah

        Sampah atau limbah mengandung zat-zat kimia yang berbahaya. Manusia sering membuang sampah atau limbah secara sembarangan. Misalnya, membuang sampah ke sungai. Akibatnya, sungai tercemar dan air tidak dapat digunakan. Makhluk hidup akan kesulitan mencari air bersih. Padahal air bersih sangat diperlukan.

        3. Pembakaran Hutan 

        Pembakaran Hutan

        kegiatan pertanian seperti ladang yang berpindah-pindah menyebabkan rusaknya ekosistem. Mengapa? Dibutuhkan lahan yang luas bagi kegiatan berladang. Hal ini memicu kebakaran hutan. Pembakaran dilakukan karena biayanya lebih murah dibandingkan dengan cara biasa, yaitu menebangi hutan.

        Akibat dari pembakaran ini dapat di tebak. Hewan hewan liar banyak yang mati ataupun kehilangan tempat tinggal. Aneka ragam tumbuhan juga mati. Bencana ini diperparah oleh asap yang mencemari udara. Udara Tidak lagi sehat untuk bernapas. Kabut asap menghalangi pandangan. Akibatnya, transportasi darat, laut, dan udara terganggu.

        4. Penambangan

        Penambangan

        Di Indonesia usaha penambangan mengakibatkan 10% dari kerusakan lingkungan hutan nasional. Metode penambangan terbuka (open pit) pertambangan emas mengubah hutan hujan lebat menjadi gurun tandus dan mati. Akibatnya, tidak ada lagi tumbuhan yang bisa hidup di sana. Selain itu, limbah sisa pertambangan menyebabkan sungai menjadi keruh dan coklat. Begitu pula zat kimia yang digunakan dalam proses penambangan. Jika dibuang ke aliran sungai maka akan membunuh ikan dan satwa lainnya.

        Baca juga : Materi IPA Kelas 6

        5. Penggunaan Pupuk Dan Pestisida yang Berlebihan

        Penggunaan Pupuk Dan Pestisida yang Berlebihan

         Pupuk merupakan penyubur tanaman. Pupuk menyediakan zat tambahan yang diperlukan tanaman. Pupuk dikelompokkan menjadi 2, yaitu pupuk organic dan anorganik. Pupuk organik berasal dari kotoran hewan atau sisa tumbuhan. Pupuk anorganik dibuat dari bahan kimia.

        Pemberian pupuk sangat diperlukan untuk meningkatkan mutu hasil pertanian. Demikian pula dengan pestisida. Pestisida adalah zat beracun pembasmi hama. Hama adalah musuh alami tanaman. Termasuk adalah serangga,hewan pengerat, cacin parasite, jamur, dan virus. Hama tersebut dapat dibasmi dengan pestisida.

        Penggunaan pupuk anorganik maupun pestisida yang berlebihan dapat menimbulkan bencana. Kandungan zat kimianya dapat bersifat racun bagi manusia. Kandungan zat kimia dapat pula terbawa air hujan ke sungai. Zat-zat berbahaya ini dapat membunuh makhluk hidup di air. Ekosistem perairan pun menjadi rusak. 

        DDT (Dikloro Difenil Trikloroetana) digunakan untuk membunuh serangga. DDT tidak larut di dalam air. Namun, DDT mudah larut dalam lemak dan jaringan lemak. Semakin bertumpuknya DDT di dalam tubuh dapat berbahaya. Pada manusia, DDT dapat menyababkan kelemahan otot dan kejang-kejang. DDT bahkan menyebabkan kematian.

        6. Pembangunan Industri

        Pembangunan Industri

        Untuk memenuhi kebutuhan hidupnya, manusia banyak mendirikan pabrik atau industri. Akibatnya lingkungan menerima dampak kerusakan. Mengapa?

        • Industri-industri seringkali dibangun di wilayah pertanian produktif. Misalnya di daerah persawahan dan ladang. Hal ini mengakibatkan kerusakan ekosistem di sawah dan ladang.
        • Limbah industri berupa asap dibuang ke udara. Akibatnya udara di sekitar pabrik menjadi kotor.
        • Industri-industri besar memerlukan banyak air. Mereka membuat sumur-sumur bor yang berdaya sedot besar. Hal ini berakibat semakin menyusutnya persediaan air tanah.

        7. Perburuan Liar

        Perburuan Liar

        Perburuan liar menyebabkan hewan-hewan liar berkurang jumlahnya. Hewan tersebut lama-kelamaan akan punah. Perburuan ini juga mengakibatkan rusaknya ekosistem. Pada akhirnya sudah tentu merugikan manusia sendiri. Sebagai contoh, manusia gemar berburu rusa. Tujuannya untuk diambil daging, tanduk, dan kulitnya. Perlahan-lahan jumlah rusa pun akan berkurang. Harimau dan macan akhirnya menjajah ternak-ternak penduduk. Tidak jarang pula kasus penyerangan terhadap penduduk.

        8. Menangkap ikan secara liar

        Menangkap ikan secara liar

        Ada berbagai cara menangkap ikan dilaut. Ada cara penangkapan yang mengganggu ekosistem. Berikut ini cara-cara yang dimaksud tersebut.

        • Penggunaan Pukat Harimau.

        Penggunaan pukat harimau telah dilarang oleh pemerintah. Pukat harimau dapat menjaring semua organisme laut. Dari yang besar sampai yang kecil. Yang muda maupun dewasa. Hal tersebut mengakibatkan proses regenerasi ikan. Produksi ikan lama- kelamaan menurun. Nelayan tradisional menjadi berkurang penghasilannya.

        • Penangkapan Ikan Saat Musim Kawin

        Saat musim kawin, ikan dewasa siap melakukan perkembangbiakan. Penangkapan ikan pada musim kawin menghambat regenerasi ikan. Ikan yang tertangkap belum sempat berkembangbiak. Akibatnya, sedikit demi sedikit jumlah ikan makin merosot. Jenis ikan tertentu lama-kelamaan bisa punah.

        • Penggunaan Dinamit untuk Menangkap Ikan

        Penggunaan dinamit bertujuan untuk memperoleh ikan sebanyak-banyaknya. Akan tetapi, kelangsungan hidup ikan tidak diperhatikan. Ikan yang diperoleh dengan penggunaan dinamit memang berlimpah. Akan tetapi, cara ini ikut membunuh ikan muda. Selain itu juga merusak terumbu karang di sekitar. Himpunan terumbu karang di Indonesia diperkirakan seluas 60.000 km2 persegi. Ada beragam jenis dan bentuk serta warna-warni yang indah. Kini sebagian besar terumbu rusak akibat dinamit.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Rabu, 06 Mei 2026

  Ts.                                                                                Assalamualaikum,   Selamat datang dan selamat bergabung...