Minggu, 09 Februari 2025

Senin, 10 Februari 2025

 Ts

Assalamualaikum,

Hallo. . . Anak-anak  ibu yang hebat, bagaimana kabarmu hari ini ? semoga sehat dan bahagia selalu ya, ibu akan selalu mendoakan kalian semoga anak-anak ibu semua selalu diberi kemudahan dalam menumtut ilmu dan mempelajari semua pelajaran yang diberikan , tak lupa ibu juga berharap kalian selalu melaksanan sholat lima waktu tepat pada waktunya dan selalu murojaah surat-surat pendek., agar hafalan kalian selalu bertambah !

TEMA BUMIKU
Sub Tema  2. Bumiku dan Musimnya
Muatan Matematika dan I P A

. TUJUAN PEMBELAJARAN

MUATAN MATEMATIK

  1. Peserta didik mampu memahami bangun ruang campuran.
  2. Peserta didik mampu menghitung/mencari  bangun ruang campuran.
 MUATAN I P A

1.    Dengan melakukan pengamatan tentang gerak bulan, peserta didik mampu menjelaskan peristiwa rotasi bulan.

2.   Dengan melakukan percobaan tentang kenampakan bulan purnama, peserta didik mampu memahami pengaruh gerak bulan pada bumi.

MUATAN IPS

3.   Dengan mencari informasi tentang tarian daerah, peserta didik menjadi lebih mengenal dan memahami jenis-jenis tari kreasi daerah.

 3. Methode

    Pengamatan, Penugasan, Tanya Jawab,diskusi

 4. SUMBER DAN  MEDIAHU

       Buku Tematik Terpadu Kurikulum 2013, Jakarta: Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, 2018

       Video Pembelajaran, dan internet

 5. Materi 

MUATAN MATEMATIKA

MUATAN IPA
Gerakan Bulan
Fakta sains menujukkan bahwa bulan berotasi pada porosnya. Bulan berevolusi mengelilingi Bumi. Bulan selalu bersama Bumi sehingga disebut sebagai satelit Bumi. Bulan bersama Bumi mengelilingi Matahari. Bulan tidak memiliki cahaya sendiri. Cahaya Bulan berasal dari pantulan Matahari. Amati gambar berikut!
Gerakan Bulan

Berikut jenis gerakan bulan beserta akibatnya.
a. Rotasi Bulan
Sama halnya Bumi dan planet lainnya, Bulan juga berputar pada porosnya atau berotasi. Waktu yang diperlukan Bulan untuk melakukan satu kali rotasi sama dengan waktu yang diperlukan Bulan untuk berevolusi mengelilingi Bumi. Dapat dikatakan bahwa periode rotasi bulan sama dengan periode revolusinya. Hal itu menyebabkan permukaan Bulan yang menghadap Bumi akan selalu terlihat sama.

b. Revolusi Bulan Mengelilingi Bumi
Selain berputar pada porosnya, Bulan juga bergerak mengelilingi Bumi yang disebut revolusi bulan. waktu yang dibutuhkan bulan untuk satu kali revolusi sama dengan waktu yang dibutuhkan bulan untuk melakukan rotasi, yaitu 29,5 hari atau 1 bulan. Akibat revolusi, Bulan akan tampak berubah-ubah jika dilihat dari bumi, perubahan ini disebut fase bulan. Fase bulan dipengaruhi oleh posisi Bulan terhadap Bumi dan Matahari.

c. Revolusi Bulan Mengelilingi Matahari
Selain berputar pada porosnya dan bergerak mengelilingi Bumi, Bulan juga bergerak mengelilingi Matahari. Karena Bulan merupakan satelit alami Bumi yang selalu bergerak mengiringi Bumi, ketika Bumi bergerak mengeliling Matahari, Bulan pun melakukan hal yang sama. Waktu yang diperlukan Bulan mengelilingi Matahari sama dengan waktu yang diperlukan Bumi mengelilingi Matahari. 

Dapat disimpulkan bahwa dalam 1 tahun, Bulan hanya satu kali bergerak mengelilingi Matahari dan dua belas kali bergerak mengelilingi Bumi. Hal inilah yang menyebabkan ada 12 bulan selama 1 tahun di dalam kalender. Manusia hanya dapat merasakan akibat yang ditimbulkan oleh gerakan Bulan, baik gerak rotasi maupun gerak revolusi.

Dari pergerakan rotasi dan revolusi Bulan, maka di Bumi dapat dilihat beberapa peristiwa yang dapat diamati dengan mata telanjang. Peristiwa akibat rotasi dan revolusi bulan diantaranya:

1. Adanya fase-fase bulan
Pada saat Bulan melakukan rotasi dan revolusi, maka hal ini juga menunjukkan adanya perubahan penampakan Bulan saat mengelilingi Bumi, yang dinamakan dengan fase Bulan. Beberapa fase bulan antara lain ase bulan mati juga disebut dengan bulan baru, fase bulan sabit, fase bulan separuh, fase bulan purnama

2. Terjadinya pasang surut air laut
Revolusi Bulan terhadap Bumi mengakibatkan air laut di Bumi yang posisinya menghadap pada Bulan akan tertarik oleh gaya gravitasi Bulan sehingga menimbulkan pasang naik. Sebaliknya, saat air laut di bagian Bumi yang tidak menghadap pada posisi Bulan maka mengalami pasang surut.

3. Terjadinya gerhana Bulan
Pada peristiwa gerhana bulan, posisi Bulan, Matahari, dan Bumi terletak pada posisi garis lurus atau linear. Posisi Bumi berada diantara posisi Bulan dan Matahari. Gerhana Bulan ini juga dapat dikatakan pada saat bulan melakukan revolusi yang posisinya berada di belakang Bumi, sehingga sinar matahari yang seharusnya diterima oleh Bulan terhalang oleh Bumi dan yang terjadi adalah Bulan berada pada bayang-bayang Bumi, yang memiliki dua macam bayangan, yaitu umbra dan penumbra.

4. Terjadinya gerhana Matahari
Bulan ini juga berperanan penting dalam terjadinya gerhana Matahari. Pada saat terjadi gerhana Matahari, posisi bayangan umbra dan penumbra Bulan berada pada bayangan Matahari atau menutupi laju sinar Matahari. Singkatnya, posisi Bulan berada diantara Bumi dan Matahari.

Gerhana Matahari ini sendiri juga memiliki empat jenis yang berdasarkan pada posisi Bulan yang berada ditengah-tengah Bumi dan Matahari, yaitu gerhana Matahari total, gerhana matahari cincin, gerhana matahari sebagian, dan gerhana matahari hibrid.

5. Permukaan Bulan yang terlihat dari Bumi selalu sama
Gerakan rotasi bulan merupakan perputaran bulan pada porosnya. Untuk satu kali rotasi, bulan membutuhkan waktu 29,5 hari atau 1 bulan. Periode rotasi bulan sama dengan periode revolusi bulan mengelilingi bumi. Akibat dari rotasi bulan adalah bagian permukaan bulan terlihat sama dari bumi.

6. Perubahan jumlah hari pada setiap bulan di kalender Hijriah
Revolusi Bulan digunakan oleh umat Islam dalam menentukan perhitungan atau permulaan kalender Hijriah atau disebut juga kalender Komariah. Jumlah hari pada kalender Hijriah adalah 30 dan 29 hari. Maka, dalam satu bulan pada kalender Hijriah memiliki lama sekitar 29,5 hari yang hal ini menyebabkan dalam kalender Hijriah ditemukan adanya tahun Kabisat.

Berbeda dengan kalender Masehi, kalender Hijriah lebih cepat 11 hari dan menyebabkan beberapa hari besar keagamaan umat Islam setiap tahunnya berubah lebih cepat 11 hari dari tahun sebelumnya pada kalender Masehi.




MUATAN SBdP

Tari Berkelompok
Tari  berkelompok yaitu jenis tarian yang terdiri dari banyak orang atau lebih dari dua penari. Jenis tarian ini sering kali dibawakan untuk acara-acara pertunjukan.

Berikut 4 contoh tari yang dilakukan secara kelompok.
Tarian Bedhaya KetawangTari Serimpi
  1. Tari Bedhaya Ketawang merupakan tarian sakral Keraton Solo.
  2. Pementasannya dilakukan ketika upacara penobatan raja baru.
  3. Tari Bedhaya Ketawang diiringi dengan musik pokok bentuk ketawang.
  4. Tari Bedhaya Ketawang memiliki persyaratan tertentu.
  5. Tarian ini merupakan pemujaan dan persembahan kepada Sang Pencipta. 
  6. Tari Bedhaya Ketawang diperagakan oleh sembilan orang penari wanita.
  7. Kualitas gerak halus cenderung lembut atau pelan.
  1. Tari Serimpi tari klasik yang berasal dari Jawa Tengah.
  2. Tari klasik mempunyai arti tarian kristalisasi keindahan yang tinggi.
  3. Tari Serimpi memiliki gerak lemah gemulai.
  4. Gerakan menggambarkan kesopanan dan kehalusan budi.
  5. Tari Serimpi smemiliki kedudukan yang istimewa di keraton-keraton Jawa.
  6. Tari serimpi bersifat sakral setingkat kesakralan yang sama dengan pusaka.
  7. Tari serimpi sifatnya tidak sesakral tari Bedhaya.
Tari PakarenaTari Gantar
  1. Tari Pakarena berasal dari Sulawesi Selatan
  2. Tari pakarena yang diiringi dua kepala drum dan sepasang suling.
  3. Tari pakarena dimainkan Maccoppong Daeng Rannu (alm) di Kabupaten Gowa.
  4. Tari pakarena Gantarang berasal dari Kabupaten Kepulauan Selayar.
  5. Tari Pakarena Gantarang berasal dari kerajaan Gantarang Lalang Bata.
  6. Tarian dimainkan oleh empat orang penari perempuan.
  7. Pertama kali ditampilkan pada penobatan Pangali Patta Raja.
  1. Tari Gantar ditarikan pada saat upacara adat tertentu.
  2. Tari Gantar dipentaskan pada saat upacara pesta tanam padi.
  3. Properti yang digunakan tongkat panjang kurang lebih 60 cm.
  4. Ujung tongkat dihiasi rumbai-rumbai.
  5. Tongkat panjang berfungsi untuk melubangi tanah.
  6. Bambu pendek digunakan untuk menaburkan benih.
  7. Pola gerak hentakan kaki menggambarkan cara menutup lubang pada tanah yang telah ditaburi benih padi.

Unsur Gerakan Tari Gantar
1. Gerakan Tangan
Memegang Kusak Keempat jari tangan memegang kusak, menggenggam dari bawah ke atas, sedang ibu jari melingkari kusak dari atas. Posisi kusak vertikal saat digenggam. Pada saat menggerakkan tangan yang memegang kusak, sudut siku 25 derajat dan ke bawah hingga sudut 45 derajat dengan menggoncang-goncang bambu (kusak). Tangan pergelangan yang aktif bergerak.

2. Gerakan Tangan Memegang Senak (Tongkat)
Dasar gerakan memegang senak dan cara menggenggamnya: Keempat jari tangan memegang senak, menggenggam dari sisi luar ibu jari menutup dari atas ujung senak. Senak posisi lurus ke bawah: pada saat diangkat, ujung bawah senak kurang lebih 1 jangkal dari lantai dan ditaruh kembali hingga ujung bawah senak bertumpu di dasar lantai di depan ujung jari kaki kiri. Gerakan ini dilakukan dengan mengikuti gerakan kaki (saat kaki melangkah senak diangkat: pada saat kaki diletakkan, Senak bertumpu di lantai),

3. Gerakan Kaki dan Gerakan Berjalan
Posisi awal kedua kaki sejajar. Sebelum kaki dilangkahkan, ujung jari kaki menumpu atau menyentuh lantai, kemudian dilangkahkan. Gerakan ini dilakukan bergantian dengan kaki melangkah kanan, kiri, kanan, kiri dalam hitungan 1 sampai 4 atau sesuai yang dikehendaki pelatih tari. Tumit kaki menumpu lantai. Sebaliknya, jari-jari kaki ke atas dengan arah hadap kaki agak ke kanan 25 derajat dan lurus ke depan. Lalu, tumit kaki diangkat, ujung jari-jari kaki menumpu lantai, kemudian kaki ditarik ke belakang agak ke samping melampaui kaki kiri, ujung jari kaki menyentuh lantai, berat badan pada kaki yang satunya..

4. Gerakan Posisi Badan
Pada dasarnya, gerakan dan posisi badan pada saat melakukan gerak tari Gantar dalam posisi biasa. Begitu juga pada gerak tari lainnya dari pedalaman Kalimantan Timur. Kalaupun ada tekanan pada posisi badan, tekanan itu tidak terlalu ditonjolkan seperti pada waktu badan merendah, pantat tidak ditonjolkan ke belakang seperti pada ciri khas tari Bali, dan tidak membusungkan dada ke depan dan belakang hingga badan merendah untuk mengimbangi. Berlatihlah bersama kelompokmu. Pelajari terlebih dahulu gerakan-gerakan dasar tari Gantar.

Refleksi/Kesimpulan
Dalam pembelajaran hari ini peserta didik memahami pergerakan bulan dan memahami  tari berkelompok

Dokumentasi








Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Rabu, 06 Mei 2026

  Ts.                                                                                Assalamualaikum,   Selamat datang dan selamat bergabung...