T
Assalamualaikum,
Hallo. . . Anak-anak ibu yang hebat, bagaimana kabarmu hari ini ? semoga sehat dan bahagia selalu ya, ibu akan selalu mendoakan kalian semoga anak-anak ibu semua selalu diberi kemudahan dalam menumtut ilmu dan mempelajari semua pelajaran yang diberikan , tak lupa ibu juga berharap kalian selalu melaksanan sholat lima waktu tepat pada waktunya dan selalu murojaah surat-surat pendek., agar hafalan kalian selalu bertambah !
Hari ini kita akan melanjutkan pembelajaran kita
Tema 5 WIRA USAHA, MUATAN YANG MUNCUL IPA & IPS
1.Apersepsi (mengulas sedikit pelajaran lalu yang dihubungkan dengan pelajaran yang akan dipelajari)
1.
Dengan membaca teks, peserta didik mampu mengidentifikasi posisi dan peranan Indonesia di bidang ekonomi dalam
lingkup ASEAN secara terperinci.
2.
Dengan membaca teks, peserta didik mampu menyajikan laporan tentang posisi dan peranan Indonesia di bidang ekonomi
dalam lingkup ASEAN secara terperinci.
3. Dengan mengamati gambar, bereksplorasi, dan berdiskusi, peserta didik mampu mengidentifikasi benda magnetis dan nonmagnetis secara tepat.
4. Dengan mengamati gambar, bereksplorasi, dan berdiskusi, peserta didik mampu mengklasifikasi benda magnetis dan nonmagnetis secara benar
3. MATERI
Tema 5 MUATAN IPA & IPS
4. METODE
Pengamatan, Penugasan, Tanya Jawab dan diskusi
5. SUMBER DAN MEDIA
Buku Tematik Terpadu Kurikulum 2013, Jakarta: Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, 2018.
Buku Bupena Tema 5 untuk SD/MI kelas 6
Video Pembelajaran, dan internet
Muatan IPA
- Benda magnetik adalah benda yang dapat ditarik oleh magnet, sedangkan benda non magnetik adalah benda yang tidak dapat ditarik oleh magnet.
- Contoh benda magnetik adalah besi, nikel, dan kobalt.
- Contoh benda non magnetik adalah kayu, karet, atau plastik.
- Benda magnetik memiliki kutub selatan dan kutub utara, sedangkan benda non magnetik tidak memiliki dua kutub tersebut.
- Magnet dapat menarik bahan logam karena logam memiliki elektron tidak berpasangan yang berputar ke arah yang sama saat didekatkan dengan magnet.
1.Magnet digunakan dalam media penyimpanan data, seperti hard disk komputer dan kartu kredit.
2.Digunakan dalam pembuatan peralatan elektronik, seperti speaker, mikrofon, dan headphone.
3.Sebagai bahan pembuatan pintu kulkas. Pintu kulkas dilengkapi dengan seal magnetik yang membantu menjaga suhu di dalamnya dan mencegah kebocoran udara.
4.Magnet digunakan dalam sistem penguncian dan pembukaan pintu, seperti pada pintu garasi otomatis dan kartu akses.
5.Magnet juga terkadang digunakan dalam terapi magnetik. Tujuannya adalah untuk meredakan rasa sakit dan meringankan gejala beberapa kondisi kesehatan.
6.Banyak transportasi yang memanfaatkan magnet dalam pengoperasiannya. Contohnya pada sistem kereta api magnetik (maglev) yang menghasilkan kecepatan tinggi tanpa gesekan.
7.Magnet kecil biasanya digunakan sebagai penahan kertas dan magnet pameran di kantor atau acara pameran.
8.Magnet juga bermanfaat untuk digunakan dalam mainan edukatif. Tujuannya untuk mengajarkan prinsip-prinsip ilmu pengetahuan kepada anak-anak.
Ekspor merupakan kegiatan memperdagangkan dan mengirim barang atau jasa dari dalam negeri ke luar negeri. Misalnya, kita menjual barang khas Indonesia ke negara Amerika. Hal tersebut berarti negara kita melakukan kegiatan ekspor ke negara Amerika dan barang yang kita jual ke negara tersebut dinamakan barang ekspor.
Sementara itu, lembaga atau orang yang melakukan kegiatan ekspor disebut dengan eksportir. Jika kamu pernah melihat barang-barang yang berlabel “kualitas ekspor” pada barang-barang buatan negara Indonesia, hal tersebut berrati bahwa barang-barang tersebut memiliki kualitas yang bagus sehingga dapat menembus hingga ke pasar luar negeri.
Perlu diketahui bahwa, tidak semua barang dapat diekspor. Biasanya negara-negara lain yang mau menerima barang dari negara lainnya, menginginkan barang yang memang memiliki kualitas. Apabila suatu negara mengadakan ekspor, maka pemerintah akan memperoleh pendapatan yakni devisa.
Di Indonesia ada banyak sekali barang-barang atau produk yang diekspor ke negara luar, yakni produk migas nan non-migas. Produk migas terdiri dari hasil pertambangan seperti pengolahan gas alam atau minyak bumi, sedangkan produk non-migas dapat berupa hasil pertanian, perikanan, peternakan, kehutanan, maupun industri.
Kegiatan impor merupakan kegiatan menerima atau mendatangkan (membeli) barang dan jasa dari luar negeri ke dalam negeri. Misalnya, apabila kita membeli barang dari luar negeri seperti alat elektronik, atau mobil hal tersebut menandadakan bahwa kita telah melakukan kegiatan impor.
Lembaga atau orang yang membeli barang dari luar negeri akan disebut importir. Jadi barang impor adalah barang-barang buatan luar negeri yang dibawa masuk ke dalam negeri.
Suatu negara memiliki alasan mengapa melakukan kegiatan impor. Alasan-alasan tersebut biasanya didasari karena negara pengimpor tidak dapat menghasilkan barang tersebut akibat tidak memiliki bahan dasarnya, negara pengimpor dapat memproduksi barang impor tetapi biaya lebih mahal, atau negara pengimpor dapat menghasilkan sendiri, tetapi jumlahnya belum memenuhi.
Hal ini dapat kita contohkan pada negara kita sendiri. Negara Indonesia termasuk negara yang menghasilkan beras, namun karena kebutuhan beras bagi penduduk di negara kita belum terpenuhi, negara kita mengimpor beras dari negara lain, yakni Thailand.
Kendati demikian, pemerintah terus melakukan upaya pembatasan kegiatan impor. Mengimpor dinilai dapat menyebabkan hal-hal berikut:
a. Dapat mengurangi ketergantungan produk luar negeri, dan merangsang untuk meningkatkan produksi dalam negeri.
b. Menanamkan rasa bangga dan mencintai produksi dalam negeri.
c. Mendorong industri dalam negeri untuk maju dan berkembang, sebab saingan barang-barang dari luar negeri terbatas.
d. Dapat menciptakan lapangan kerja dan menekan angka pengangguran dalam negeri.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar