Rabu, 24 April 2024

Kamis, 25 April 2024

 T

Mengulang Materi

MUATAN IPS
URAIAN MATERI

A. Kenampakan Alam Wilayah Indonesia

Kenampakan alam di Indonesia memiliki ciri yang berbeda-beda antara provinsi satu dengan provinsi yang lainnya. Secara umum, kenampakan alam berupa daratan dan perairan. Kenampakan alam daratan berupa pegunungan, gunung, dataran tinggi, dataran rendah, dan tanjung. Kenampakan alam perairan berupa sungai, danau, laut, dan selat.
1. Pegunungan
     Pegunungan adalah sekumpulan bukit yang membentuk barisan. Contohnya Pegunungan Sudirman dengan puncaknya Puncak Jaya (5.030 m) dan Puncak Trikora (4.750 m). Pegunungan Jayawijaya dengan puncaknya Puncak Mandala (4.700 m) dan Puncak Yamin (4.506 m). Perhatikan gambar 1.1 dibawah contoh pegunungan di Indonesia.                                                      
  
                                                 (Gambar 1.1 pegunungan Sudirman)

2. Gunung
         Gunung adalah bukit yang sangat besar dan tinggi. Gunung tertinggi di   Jawa adalah Semeru ( 3.676 m ), di   Sumatra adalah Gunung Kerinci (3.805 m ), diSulawesi adalah Gunung Rantekombala ( 3.456 m) dan di NTB adalah Gunung Rinjani (3.726 m). Adapun gunung tertinggi di Indonesia adalah Puncak Jaya (5.030 m) yang selalu diselimuti salju. Perhatikanlah gambar 1.2 dibawah merupakan contoh gunung di Indonesia.            
                                          (Gambar 1.2 Gunung Rinjani) 

3. Tanjung
      Tanjung atau semenanjung adalah daratan yang menjorok ke laut. Pulau-pulau di Indonesia banyak memiliki tanjung karena pantai di kepulauan Indonesia tidak rata. Tanjung yang sangat luas disebut jazirah, contohnya jazirah Arab. Tanjung yang sangat sempit disebut ujung, contohnya Ujung Kulon di Jawa Barat

                                       (Gambar 1.3 Tanjung di Indonesia)

4. Sungai
 Sungai adalah aliran air yang besar yang terjadi karena alam. Di Indonesia banyak terdapat sungai, baik besar maupun kecil. Sungai terbesar adalah Sungai Musi di Sumatra. Sungai terpanjang di Jawa adalah Sungai Bengawan Solo. Sungai terpanjang di Kalimantan adalah Sungai Kapuas dan Sungai terpanjang di Papua adalah Sungai Memberamo. Contoh sungai diIndonesia pada gambar 1.4 dibawah ini.                    

                                        (Gambar 1.4 Sungai Kapuas)

5. Danau
Danau adalah genangan air yang sangat luas yang dikelilingi daratan. Dilihat dari prosesnya, danau dibedakan menjadi dua, yaitu danau alam dan danau buatan. Danau alam terjadi karena peristiwa alam, letusan gunung berapi, pengikisan, dan patahan bumi. Danau ini sering disebut telaga/sendang/tasik. Danau buatan disebut juga bendungan, waduk, atau dam. Danau terbesar di Indonesia adalah Danau Toba di Sumatra Utara, yang di tengah-tengahnya terdapat Pulau Samosir. Selain itu juga terdapat danau yang terletak didaerah NTB yaitu Danau Segara Anak dan Masih banyak danau di Indonesia. Perhatikanlah gambar 1.5 dibawah ini merupakan contoh Danau di Indonesia yang terletak di Provinsi NTB.         

                             (Gambar 1.5 Danau Segara Anak)

6.  Teluk
Teluk adalah bagian laut yang menjorok ke daratan. Teluk biasanya digunakan untuk pelabuhan laut/ bandara karena daerah tersebut bebas dari ombak yang besar. Contoh teluk di Indonesia adalah Teluk Jakarta dan Teluk Penyu. Gambar 1.6 dibawah merupakan contoh teluk di Indonesia. 

                                  (Gambar 1.6 Teluk Penyu)
7. Selat

   Selat adalah laut yang sempit yang menghubungkan pulau satu dengan pulau yang lainnya. Indonesia memiliki banyak selat karena Indonesia terdiri dari beribu-ribu pulau besar dan kecil. Contoh selat di Indonesia adalah Selat Sunda yang menghubungkan Pulau Jawa dengan Sumatra dan juga selat alas yang menghubungkan pulau lombok dan sumbawa.

      (Gambar 1.7 Selat Alas)


 B. Persebaran Flora dan Fauna

    1. Persebaran flora dan fauna menurut penyelidikan para ahli, di Indonesia terdapat kurang lebih 4.500 jenis pohon,1.500 jenis tumbuhan paku dan 5.000 jenis tumbuhan anggrek dari jumlah 375.000 jenis yang ada di dunia. Keadaan tanah dan iklim di Indonesia menyebabkan tanah di Indonesia subur, sehingga hampir 14% wilayah Indonesia ditumbuhi tanaman yang sangat lebat. Flora di Indonesia dikelompokkan menjadi empat, yaitu sebagai berikut.

         a. Hutan Hujan Tropis
              Hutan hujan tropis terdapat di sekitar garis khatulistiwa. Tumbuhannya sangat beragam sehingga sering disebut hutan heterogen. Wilayah Indonesia yang banyak terdapat hutan hujan tropis adalah Pulau Sumatra, Pulau Kalimantan, Pulau Sulawesi, dan Pulau Papua.
                                                       (Gambar 1.8 Hujan Hutan Tropis)

           b. Hutan Musim
            Hutan musim adalah hutan yang terdapat di daerah yang memiliki musim kemarau cukup panjang. Hutan ini jenis tumbuhannya sangat sedikit bahkan cenderung sejenis. Hutan musim sering disebut hutan homogen. Contoh: hutan musim adalah hutan jati dan hutan pinus. Wilayah Indonesia yang banyak terdapat hutan musim adalah Jawa Timur, Nusa Tenggara, dan Sulawesi Selatan.

                                                        (Gambar 1.9 Hutan Musim)

              c. Hutan Sabana dan Stepa
                Hutan sabana adalah hutan padang rumput yang banyak semak semaknya. Stepa adalah padang rumput yang luas tanpa bersemak. Keduanya terdapat di daerah yang kering dan curah hujan yang sedikit. Hutan ini banyak terdapat di Nusa Tenggara Barat, Nusa Tenggara Timur, dan Madura. Daerah ini cocok dimanfaatkan sebagai daerah peternakan.

                                                           (Gambar 1.10 Hutan Sabana)

(Gambar 1.11 Hutan Stepa)


       d. Hutan lumut 
     Hutan Lumut adalah hutan yang hanya ditumbuhi oleh padang lumut. Hutan ini tumbuh di daerah gunung atau pegunungan yang memiliki ketinggian 1.500–3.000 meter dan berudara lembab.
 (Gambar 1.12 Hutan Lumut)


2. Persebaran Fauna di Indonesia
        Sama halnya dengan flora di Indonesia, fauna di Indonesia juga sangat beragam. Ahli flora dan fauna Alfred Weber dan Wallace membagi wilayah fauna menjadi tiga bagian, yaitu fauna Asiatis, fauna Peralihan, dan fauna Australis. Ketiganya dipisahkan oleh garis Weber dan garis Wallace. Garis Weber adalah garis yang digambar oleh Weber untuk memisahkan habitat fauna tipe Australia dengan fauna tipe Peralihan, sedangkan garis Wallace adalah garis yang digambar oleh Wallace untuk memisahkan habitat fauna tipe Peralihan dengan fauna tipe Asia.
 a.     Fauna Asiatis

Fauna Asiatis memiliki kesamaan dengan fauna yang hidup di Benua Asia. Hewan tipe Asia, antara lain harimau, kera, gajah, orangutan, dan sebagainya. Hewan tipe Asia banyak terdapat di Sumatra, Kalimantan, dan Jawa.

      (Gambar 1.13 Harimau Sumatra)

b. Fauna Peralihan
      Fauna Peralihan tidak memiliki kesamaan dengan fauna di Asia ataupun fauna di Australia. Fauna tipe Peralihan umumnya berada di wilayah Pulau Sulawesi, Kepulauan Maluku, dan Nusa Tenggara. Jenis hewan tipe ini, antara lain komodo, anoa, babi rusa, burung malio, dan burung kakaktua.

        (Gambar 1.14 Komodo di NTT)
c.  Fauna Australis

       Fauna Australis memiliki kesamaan dengan fauna yang ada di Benua Australia. Jenis hewan tipe ini banyak hidup di wilayah Indonesia bagian timur, Maluku bagian timur, dan Irian. Jenis hewan tipe Australis, antara lain burung cenderawasih, nuri raja, kanguru, kuskus, musang berkantung, tikus berkantung, dan kasuari.
      Gambar 1.15 Burung Cendrawasih Papua)

C. Cuaca dan Iklim di Indonesia
       Cuaca adalah rata-rata keadaan udara suatu tempat dalam rentang waktu yang relatif singkat. Cuaca cepat berubah-ubah dan daerahnya tidak terlalu luas, sedangkan iklim adalah keadaan rata-rata cuaca dari suatu daerah yang luas dan diperhitungkan dalam rentang waktu yang lama. Iklim jarang berubah sampai jangka waktu antara 30–100 tahun.
          1.     Iklim dan Angin di Indonesia
Iklim sangat dipengaruhi oleh letak astronomis Indonesia yang berada di garis lintang 6°LU–11°LS sehingga beriklim tropis. Selain itu, Indonesia juga terletak di antara dua benua dan dua samudra.
        2.     Pola Angin di Indonesia
Angin adalah udara yang bergerak. Angin bergerak dari daerah yang bertekanan tinggi menuju ke daerah yang bertekanan rendah. Jenis angin yang ada di Indonesia adalah sebagai berikut.
a.     Angin Musim
Angin musim ada dua, yaitu angin musim barat dan angin musim timur. Angin musim barat bergerak dari Asia menuju Australia yang melewati Samudra Hindia. Angin musim barat banyak membawa uap air sehingga menyebabkan musim hujan. Angin ini bertiup antara bulan September sampai Maret. Adapun angin musim timur adalah angin yang bergerak dari Benua Australia menuju Samudra Hindia. Angin ini bersifat kering sehingga menyebabkan musim kemarau di Indonesia. Angin ini bertiup dari bulan Maret sampai dengan bulan September.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Rabu, 06 Mei 2026

  Ts.                                                                                Assalamualaikum,   Selamat datang dan selamat bergabung...