T
TEMA 8 Bumiku
SUB TEMA 3. Bumi, Matahari, dan Bulan
MUATAN MATEMATIKA
1.Siswa mampu memahami pengolahan
data
2.Siswa mampu memahami cara menentukan mean, modus dan median pada sebuah data.
2.Siswa mampu memahami cara menentukan mean, modus dan median pada sebuah data.
MUATAN BAHASA dan IPA
1.
Dengan
mencermati bacaan, siswa mampu menganalisis bacaan untuk mencari informasi
penting.
2.
Dengan
melakukan percobaan, siswa akan memahami tentang posisi benda-benda langit
ketika peristiwa gerhana terjadi.
Teks Gerhana Bulan
| Paragraf | Informasi Penting | Visual |
|---|---|---|
| 1 | Gerhana bulan terjadi ketika kedudukan Bulan, Bumi, dan Matahari membentuk garis lurus. Kedudukan Bumi berada di antara Bulan dan Matahari. | |
| 2 | Bumi menghalangi sinar Matahari yang menuju ke Bulan, sehingga permukaan Bulan akan tertutupi oleh bayangan Bumi | |
| 3 | Bulan tertutup sedikit demi sedikit oleh bayangan Bumi, semakin lama Bulan akan terlihat menyabit, Bulan akan tampak menghilang karena tertutup bayangan Bumi, Bulan akan muncul kembali dari arah pertama kali Bulan menghilang |
Gerhana Matahari
Gerhana matahari terjadi pada siang hari ketika bulan baru atau bulan mati. Gerhana matahari terjadi ketika Bulan, Bumi, dan Matahari dalam satu garis lurus. Kedudukan Bulan berada di antara Bumi dan Matahari. Kedudukan tersebut menyebabkan cahaya Matahari ke Bumi terhalang oleh Bulan. Karena terhalang oleh Bulan, keadaan yang terang berangsur-angsur menjadi gelap. Saat terjadi gerhana matahari, bayangan Bulan akan menutupi Bumi. Oleh karena Bulan lebih kecil daripada Bumi, hanya sebagian tempat saja yang mengalami gerhana matahari.
Ada tiga jenis gerhana matahari, yaitu gerhana matahari total, gerhana matahari sebagian, dan gerhana matahari cincin. Gerhana matahari total hanya terjadi di permukaan bumi yang terkena bayangan umbra Bulan. Gerhana matahari total selalu diawali dan diakhiri oleh gerhana matahari sebagian. Gerhana matahari sebagian terjadi di permukaan Bumi yang terkena bayangan penumbra Bulan. Adapun gerhana matahari cincin terjadi di permukaan Bumi yang terkena lanjutan bayang-bayang inti. Hal itu terjadi karena Bulan berada pada titik terjauhnya dari Bumi.
Gerhana Bulan
Gerhana bulan merupakan suatu peristiwa yang terjadi dimana kedudukan matahari, bumi, dan bulan berada pada satu garis lurus, sehingga bayangan Bumi menutupi sebagian ataupun keseluruhan Bulan. Proses terjadinya gerhana bulan ini dimulai saat Bumi berada di antara Matahari dan juga Bulan pada satu garis yang sama. Hal ini mengakibatkan sinar Matahari tidak sampai ke Bulan karena terhalang oleh Bumi.
Gerhana bulan ini bisa terjadi karena pada saat Bumi berada di antara Matahari dan juga Bulan dalam posisi sejajar seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya. Pada hal demikian Bumi akan menghalangi sinar Matahari yang menuju ke Bulan, sehingga permukaan Bulan akan tertutupi oleh bayangan Bumi.
Proses terjadinya gerhana bulan ini lebih lama jika dibandingkan dengan Matahari, meskipun perbedaan waktunya hanya beberapa menit saja.
Seperti halnya gerhana matahari, proses terjadinya gerhana bulan ini sebagai berikut.
- Dimulai ketika Bulan yang bersinar terang tiba-tiba tertutup sedikit demi sedikit oleh bayangan hitam. Bayangan hitam tersebut adalah bayangan dari Bumi.
- Setelah itu lama-kelamaan Bulan yang bulat akan tertutup semakin banyak hingga Bulan hanya terlihat sebagian dan semakin lama Bumi akan terlihat menyabit.
- Setelah Bumi menyabit, lama-kelamaan Bulan akan tampak menghilang karena tertutup oleh bayangan Bumi. Saat inilah kita tidak dapat melihat Bulan, Bulan seperti menghilang.
- Setelah Bulan tertutup semua dan tampak seperti menghilang, kemudian kita akan menyaksikan Bulan kembali muncul dari arah pertama kali Bulan menghilang. Munculnya Bulan ini dimulai dari bentuk Bulan sabit, setelah itu Bulan tersebut semakin lama akan semakin terlihat setengah, dan semakin lama akan semakin utuh sehingga tampak seperti semula.
Kalender Masehi dan Kalender Hijriah
Perputaran Bumi mengelilingi Matahari (revolusi bumi) dan perputaran Bulan mengelilingi Bumi (revolusi bulan) digunakan untuk menentukan tahun Masehi dan tahun Hijriah. Sistem penanggalan Masehi ditentukan berdasarkan kala revolusi bumi. Sistem penanggalan Hijriah ditentukan berdasarkan kala revolusi bulan.
1. Tahun Masehi
Tahun Masehi juga disebut tahun Syamsiah atau tahun Matahari. Tahun Masehi ditentukan berdasarkan kala revolusi bumi (waktu yang diperlukan Bumi untuk sekali mengelilingi Matahari). Kala revolusi bumi adalah 365 ¼ hari. Satu tahun Masehi dibagi menjadi 12 bulan dengan pembagian jumlah hari sebagai berikut.
| Nama Bulan | Jumlah Hari | Nama Bulan | Jumlah Hari |
|---|---|---|---|
| Januari | 31 | Juli | 31 |
| Pebruari | 28/29 | Agustus | 31 |
| Maret | 31 | September | 30 |
| April | 30 | Oktober | 31 |
| Mei | 31 | November | 30 |
| Juni | 30 | Desember | 31 |
Tahun masehi pertama kali ditetapkan oleh julius cesar ( Romawi) pada tahun 47. Julius cesar menetapkan jumlah hari dalam satu tahun 365 hari. Berdasarkan kala revolusi bumi, 1 Tahun = 365 1/4 hari. Sisa ¼ hari setiap tahun dikumpulkan sehingga setelah 4 tahun akan terkumpul menjadi 1 hari. Jadi setiap 4 tahun sekali, jumlah hari dalam 1 tahun = 366 hari dan disebut tahun kehabisat.
2. Tahun Hijriah
Tahun hijriah juga disebut tahun komariyah atau tahun bulan. Tahun hijriah ditentukan berdasarkan kala revolusi bulan ( waktu yang diperlukan bulan untuk sekali mengelilingi bumi). Kala revolusi bulan adalah 29 ½ hari sehingga jumlah hari dalam satu tahun = 29 ½ hari X 12 = 354 hari. Satu tahu hijriah dibagi 12 bulan,
| Nama Bulan | Jumlah Hari | Nama Bulan | Jumlah Hari |
|---|---|---|---|
| Muharam | 30 | Rajab | 29 |
| Safar | 29 | Syaban | 30 |
| Robiul Awal | 30 | Ramadhan | 30 |
| Robiul Akhir | 29 | Syawal | 29 |
| Jumadil Awal | 30 | Zulkaedah | 30 |
| Jumadil Akhir | 29 | Zulhijah | 29/30 |
Kalender Hijriah juga mengenal tahun kabisat. Jumlah hari dalam tahun kabisat Hijriah 1 hari lebih lama dibandingkan tahun Hijriah biasa, yaitu 355 hari. Pada tahun kabisat Hijriah, jumlah hari dalam bulan Zulhijah adalah 30 hari. Berdasarkan hal tersebut, hari-hari besar Islam setiap tahun bergeser lebih awal 11 hari pada tahun Hijriah biasa, dan bergeser 12 hari pada tahun kabisat.




Tidak ada komentar:
Posting Komentar