Minggu, 18 Februari 2024

Senin, 19 Februari 2024

 T

TEMA 8 Bumiku
SUB TEMA 2. Bumiku dan Musimnya , PB 1 dan 3

KD yang muncul  Bahasa Indonesia  3.8 Menggali informasi yang terdapat pada teks non fiksi
                               IPA                       3.8 Menjelaskan peristiwa rotasi dan revolusi bumi serta terjadinya gerhana bulan dan matahari

Muatan bahasa Indonesia

Tujuan Pembelajaran

1.  Dengan mencari informasi penting dan menuliskan kata-kata kunci yang ditemukan dalam tiap paragraf, siswa mampu membuat kesimpulan dari suatu bacaan.
2.     Dengan membuat peta pikiran yang berisikan persamaan dan perbedaan tentang terjadinya siang dan malam, siswa mampu menceritakan kembali peristiwa rotasi Bumi dan akibatnya.

Membaca sekilas dilakukan di dalam hati atau tanpa suara untuk menemukan gagasan utama. Gagasan utama disebut juga ide utama atau inti dari sebuah paragraf. Gagasan utama dalam paragraf dapat ditemukan di awal, tengah, atau akhir paragraf.

Dalam teks agak panjang, biasanya terdapat 150-200 kata. Teks di susun dari gagasan utama dan gagasan pendukung. Setiap paragraf memiliki satu gagasan utama yang merupakan inti dari pesan yang akan disampaikan. Beberapa gagasan utama paragraf dapat dijadikan dasar untuk menemukan pokok pikiran dari suatu teks. Oleh sebab itu, sebelum mencari pokok pikiran dari suatu teks, temukan dahulu gagasan utama setiap paragraf.

Teks Banjir Bukan Sekadar Bencana Alam
Paragraf 1 :
Gagasan Utama : 
Faktor-faktor penyebab banjir.

Informasi Penting :
  1. Rendahnya kesadaran masyarakat untuk menjaga lingkungan, penebangan liar, pembangunan permukiman tanpa mengindahkan topografi wilayah merupakan penyebab bencana banjir.
  2. Pendangkalan dan penyempitan badan sungai membuat sungai meluap.
  3. Menjamurnya rumah di bantaran sungai dapat menyebabkan banjir.
Paragraf 2 :
Gagasan Utama :
Penyempitan sungai akibat pemukiman liar

Informasi Penting :
  1. Penertiban permukiman liar menjadikesulitan pemerintah daerah
  2. Luapan sungai dapat terjadi hingga ketinggian 1-2 meter.
  3. Permukiman di bantaran sungai sangat berisiko ketika curah hujan tinggi.
Paragraf 3 :
Gagasan Utama :
Penyebab banjir akibat pembangunan kota.

Informasi Penting :
  1. Sebagian besar wilayah Manado terdiri atas perbukitan, sementara wilayah daratan dengan permukaan datar sangat terbatas luasnya.
  2. Sejalan dengan bertambahnya penduduk, banyak bukit dan lereng kemudian diubah menjadi perumahan.

Ringkasan bacaan “Banjir Bukan Sekadar Bencana Alam”
Banjir menjadi ancaman diberbagai wilayah Indonesia. Faktor-faktor penyebab banjir antara lain rendahnya kesadaran masyarakat, pendangkalan dan penyempitan badan sungai, serta menjamurnya rumah di bantaran sungai.

Tumbuhnya permukiman liar di bantaran sungai mendorong penyempitan badan sungai. Penertiban permukiman liar menjadi kesulitan pemerintah daerah. Luapan sungai dapat terjadi hingga ketinggian 1-2 meter. Permukiman di bantaran sungai sangat berisiko ketika curah hujan tinggi.

Di Manado rawan banjir dan longsor terjadi akibat pembangunan kota. Sebagian besar wilayah Manado terdiri atas perbukitan, sementara wilayah daratan dengan permukaan datar sangat terbatas luasnya. Banyak bukit dan lereng kemudian diubah menjadi perumahan.



MUATAN IPA
TP.
 1.     Dengan melakukan percobaan tentang perputaran Bumi, siswa mampu mengetahui dan memahami konsep perbedaan waktu siang dan malam
2.      2.  Dengan melakukan pengamatan tentang gerak bulan, siswa mampu menjelaskan peristiwa rotasi bulan
         3.Dengan melakukan percobaan tentang kenampakan bulan purnama, siswa mampu memahami pengaruh gerak bulan pada bumi.

Gerhana Bulan
Gerhana bulan hanya mungkin terjadi pada malam hari ketika bulan purnama. Gerhana bulan terjadi ketika kedudukan Bulan, Bumi, dan Matahari membentuk garis lurus. Kedudukan Bumi berada di antara Bulan dan Matahari. Pada waktu gerhana bulan, cahaya Matahari yang seharusnya diterima Bulan terhalangi Bumi. Bulan berada dalam bayang-bayang Bumi. Bayang-bayang Bumi ada dua macam, yaitu umbra dan penumbra.

Ada dua macam gerhana bulan, yaitu gerhana bulan total dan gerhana bulan sebagian. Gerhana bulan total terjadi ketika posisi Bulan berada pada umbra Bumi sehingga Bulan tertutup penuh oleh bayangan Bumi. Adapun gerhana bulan sebagian terjadi ketika hanya setengah bagian Bulan masuk ke dalam umbra Bumi. Bulan bergerak dan masuk ke daerah penumbra Bumi.

Gerakan Bulan
Berikut jenis gerakan bulan beserta akibatnya.

a. Rotasi Bulan
Sama halnya Bumi dan planet lainnya, Bulan juga berputar pada porosnya atau berotasi. Waktu yang diperlukan Bulan untuk melakukan satu kali rotasi sama dengan waktu yang diperlukan Bulan untuk berevolusi mengelilingi Bumi. Dapat dikatakan bahwa periode rotasi bulan sama dengan periode revolusinya. Hal itu menyebabkan permukaan Bulan yang menghadap Bumi akan selalu terlihat sama.

b. Revolusi Bulan Mengelilingi Bumi
Selain berputar pada porosnya, Bulan juga bergerak mengelilingi Bumi yang disebut revolusi bulan. Akibat revolusi, Bulan akan tampak berubah-ubah jika dilihat dari bumi, perubahan ini disebut fase bulan. Fase bulan dipengaruhi oleh posisi Bulan terhadap Bumi dan Matahari.

c. Revolusi Bulan Mengelilingi Matahari
Selain berputar pada porosnya dan bergerak mengelilingi Bumi, Bulan juga bergerak mengelilingi Matahari. Karena Bulan merupakan satelit alami Bumi yang selalu bergerak mengiringi Bumi, ketika Bumi bergerak mengeliling Matahari, Bulan pun melakukan hal yang sama. Waktu yang diperlukan Bulan mengelilingi Matahari sama dengan waktu yang diperlukan Bumi mengelilingi Matahari. Dapat disimpulkan bahwa dalam 1 tahun, Bulan hanya satu kali bergerak mengelilingi Matahari dan dua belas kali bergerak mengelilingi Bumi. Hal inilah yang menyebabkan ada 12 bulan selama 1 tahun di dalam kalender. Manusia hanya dapat merasakan akibat yang ditimbulkan oleh gerakan Bulan,
baik gerak rotasi maupun gerak revolusi.

Berikut akibat-akibat gerak bulan.
  1. Adanya fase-fase bulan
  2. Terjadinya pasang surut air laut
  3. Terjadinya gerhana
  4. Permukaan Bulan yang terlihat dari Bumi selalu sama

Fase bulan adalah bentuk bulan yang selalu berubah-ubah jika dilihat dari bumi. Fase bulan itu tergantung pada kedudukan bulan terhadap matahari jika dilihat dari bumi.
Fase Fase Bulan
  • Fase bulan mati juga disebut dengan bulan baru. Pada fase ini permukaan bulan yang mendapat cahaya matahari membelakangi bumi sehingga bulan tidak terlihat dari bumi dengan mata telanjang.(Hari ke-1).
  • Fase bulan sabit mulai terlihat dari bumi dengan mata telanjang dan bentuknya menyerupai bentuk sabit.(Hari ke-4 dan 25)
  • Pada fase bulan separuh, separuh permukaan bulan yang memantulkan cahaya matahari menghadap ke bumi.(Hari ke-8 dan 21)
  • Fase bulan bungkuk (cembung). Pada fase ini bulan terlihat cembung atau hampir penuh.(Hari ke-11 dan 17)
  • Fase bulan purnama. Pada fase ini semua permukaan bulan yang mendapat dan memantulkan cahaya matahari menghadap ke bumi. dari bumi bulan terlihat satu lingkaran penuh. (hari ke-14) Setelah fase purnama bulan terus mengecil dan kembali menjadi fase bulan separuh, fase bulan sabit dan fase bulan mati atau fase bulan baru lagi.





















Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Rabu, 06 Mei 2026

  Ts.                                                                                Assalamualaikum,   Selamat datang dan selamat bergabung...