Senin, 05 Februari 2024

Selasa, 06 Februari 2024

 

TEMA 7. KEPEMIMPINAN
SUB TEMA 3. AYO MEMIMPIN

MUATAN I P A (KD.3.2/4.2)

Tujuan Pembelajaran

1. Melalui kegiatan mengamati, siswa mampu menjelaskan hubungan yang dialami pada masa pubertas dengakesehatan reproduksi dengan benar.

2.      Melalui penugasan, siswa mampu membuat karya berisi cara menghadapi masa pubertas dengan baik.

 

Persiapan dalam Menghadapi Masa Pubertas

Saat memasuki masa pubertas, kebutuhanmu untuk berteman menjadi lebih besar. kalian akan membutuhkan teman untuk belajar bersama, berbagi cerita, dan mencoba hal-hal yang baru. Teman dan lingkungan di sekitarmu memiliki pengaruh yang besar bagi kehidupanmu. Oleh karena itu, kalian harus dapat memilih teman dengan baik. Misalnya, pilihlah teman yang memiliki tutur kata dan tingkah laku yang baik, sopan, rajin belajar, jujur, dan selalu bersemangat melakukan hal-hal baik.

Selain kebutuhan dalam berteman, kalian juga harus berhati-hati ketika memilih tayangan untuk ditonton. Pilihlah tayangan yang sesuai dengan usiamu. Jika menonton tayangan melalui internet, mintalah orang tua untuk mendampingi dan memilih tayangan yang sesuai.

Saat memasuki masa pubertas, kita juga harus menggunakan toilet yang terpisah, Khusus untuk laki-laki atau perempuan. Sebelum menggunakannya, bersihkan terlebih dahulu toilet. Setelah selesai menggunakannya, bersihkan kembali dengan cara menyiram toilet hingga bersih. Buanglah sampah tisu ke tempat sampah yang telah disediakan. 

Orang tua memilihkan tayangan TV
yang sesuai dengan usia dan kebutuhan

Tolilet yang digunakan terpisah 
antara laki-laki dan perempuan

Cara Melindungi Diri dari Penyakit pada Masa Pubertas

Memasuki masa pubertas, kebersihan tubuh harus selalu diperhatikan. Tujuannya untuk menjaga kesehatan dan menghindarkan diri dari penyakit. Penyakit pada sistem reproduksi dapat terjadi pada laki-laki maupun perempuan. Beberapa penyakit pada sistem reproduksi, seperti gonore, sifilis, dan kanker rahim.

Berikut beberapa hal yang harus diperhatikan untuk melindungi tubuh dari penyakit.
  1. Mandi dan membasuh wajah secara teratur untuk mengurangi risiko tumbuhnya jerawat.
  2. Mencuci tangan setiap hendak dan selesai buang air kecil dan buang air besar serta menyiram toilet dengan bersih.
  3. Mengganti pakaian ketika sudah lembab, terutama setelah berolahraga. Pakaian yang lembab dapat menyebabkan tumbuhnya jamur pada kulit. Biasakan juga untuk tidak menggunakan handuk atau pakaian secara bergantian dengan orang lain.
  4. Bagi remaja putri yang sedang menstruasi, gunakan pembalut yang lembut. Gantilah pembalut setiap kali pembalut yang kamu pakai terasa lembap. Gantilah minimal empat kali sehari-hari.



MUATAN PKn (KD.3.1/ 4.1)
Tujuan Pembelajaran


Penerapan Nilai Kepemimpinan dalam Kehidupan Sehari-hari

Kita tentu banyak melihat pemimpin di sekitar kita. Ada presiden yang memimpin negara, ada kepala sekolah yang memimpin sebuah sekolah, ada juga ayah atau ibu yang memimpin sebuah keluarga. Seorang pemimpin yang baik harus dapat menyatukan anggotanya serta menyatukan aspirasi orang yang dipimpinnya. Dengan begitu, maka perpecahan dalam sebuah organisasi dapat dihindarkan.

Seorang pemimpin harus dapat menerapkan sikap-sikap kepemimpinan jika ingin menjadi pemimpin yang baik bagi orang-orang yang dipimpinnya. Meskipun kita tidak memimpin suatu organisasi, kita tetap harus menerapkan sikap-sikap kepemimpinan tersebut dalam kehidupan sehari-hari. Dengan menerapkan sikap-sikap tersebut, kita dapat menjadi pemimpin, setidaknya untuk diri kita sendiri. Dengan menjadi pemimpin bagi diri sendiri, maka kita dapat menajdi manusia yang lebih baik, dan dapat menjalin hubungan baik dengan orang lain. 

Seorang pemimpin harus memiliki sikap kepemimpinan


Untuk dapat menerapkan nilai kepemimpinan dalam kehidupan sehari-hari, adapun sikap-sikap kepemimpinan yang harus kita miliki yaitu sebagai berikut.
  1. Bertanggung jawab saat mengerjakan tugas, baik tugas individu maupun tugas kelompok.
  2. Bekerjasama secara baik dengan orang lain.
  3. Mementingkan kepentingan bersama dibandingkan kepentingan pribadi atau golongan.
  4. Mampu membuat keputusan atas suatu masalah.
  5. Selalu bersikap jujur.
  6. Mau menerima kritik dan saran dari orang lain.
  7. Mampu menerapkan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari sehingga menjadi teladan yang baik bagi orang lain.

Penerapan Nilai Gotong Royong dalam Kehidupan Sehari-hari

Gotong royong berarti masyarakat bekerjasama saling membantu untuk mencapai tujuan tertentu demi kepentingan bangsa. Gotong royong merupakan salah satu ciri khas dari bangsa Indonesia. Masyarakat Indonesia terbiasa bergotong royong dalam menyelesaikan masalah. Masyarakat bergotong royong secara sukarela dan tanpa mengharapkan imbalan. Gotong royong harus dilandasi semangat kekeluargaan. 

Berikut contoh penerapan gotong royong dalam kehidupan sehari-hari.
  1. Bekerja bakti dalam membersihkan lingkungan sekitar.
  2. Bersama-sama membangun pos ronda.
  3. Bersama-sama menyiapkan acara peringatan hari kemerdekaan Indonesia.
  4. Bersama-sama membangun jembatan.
  5. Bersama-sama membersihkan lingkungan setelah tertimpa bencana.
Warga masyarakat bekerja sama membangun pos ronda
merupakan bentuk penerapan gotong royong dalam kehidupan sehari-hari


Dalam bergotong royong, masyarakat Indonesia tidak mengenal perbedaan, baik suku bangsa, budaya, maupun agama. Semua bersatu demi tercapainya kesejahteraan bersama, dengan semangat kekeluargaan.

Penerapan Nilai kekeluargaan dalam Kehidupan Sehari-hari

Seperti sudah dipelajari sebelumnya, semangat gotong royong dilandasi oleh semangat kekeluargaan. Kekeluargaan artinya suatu hubungan masyarakat yang menunjukkan keakraban dan kedekatan sehingga tercipta solidaritas seperti layaknya sebuah keluarga. Dengan adanya semangat kekeluargaan, maka akan ada rasa peduli sesama anggota masyarakat. Dengan demikian, jika ada orang lain yang mengalami suatu kesusahan, kita akan merasa perlu memberikan suatu bantuan yang dapat meringankannya. 

Penerapan nilai kekeluargaan tercermin dari sikap-sikap berikut.
  1. Saling menghormati dan toleransi antar umat beragama.
  2. Menjaga kerukunan dengan tetangga yang berbeda agama. 
  3. Bersikap adil dan tenggang rasa kepada tetangga.
  4. Mengutamakan kepentingan bersama daripada kepentingan pribadi.
  5. Menyeimbangkan hak dan kewajiban dalam bermasyarakat.
  6. Membantu tetangga jika ada yang mengalami kesulitan.
  7. Bekerjasama dan aktif dalam kegiatan sosial, seperti kerja bakti dan ronda malam.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Rabu, 06 Mei 2026

  Ts.                                                                                Assalamualaikum,   Selamat datang dan selamat bergabung...