t
TEMA 7. KEPEMIMPINAN
SUB TEMA 1. PEMIMPIN DISEKITARKU
MUATAN MATEMATIKA
Luas permukaannya yaitu menghitung alas dan atap yang sama luas, ditambah dengan luas selimut yang berbentuk persegi panjang. Rumusnya menjadi seperti ini:
L = [2 x luas lingkaran] + (keliling lingkaran x tinggi)
L = [2 x (π × r²)] + [(π × 2r) x t]
L = (2 x π × r²) + (π × 2r x t)
Atau rumus singkatnya sebagai berikut:
L = 2 x π x r x (r + t)
Contoh soal:
Sebuah tabung memiliki jari-jari 7 cm dan tinggi 10 cm. Hitunglah volume dan luas permukaannya!
Jawaban:
Volume = π × r² × t
V = 22/7 x 7² x 10
V = 154 x 10
V = 1.540 cm³
Luas permukaan = (2 x π × r²) + (π × d x t)
L = 2 x π x r x (r + t)
L = 2 x 22/7 x 7 x 17
L = 748 cm²
Luas permukaan kerucut adalah menghitung luas lingkaran ditambah luas selimut yang berbentuk mirip potongan semangka. Rumusnya sebagai berikut:
L = (π x r x s) + (π x r x r)
MUATAN SBdP
1. Melalui kegiatan menyanyi, siswa mampu mengidentifikasi interval nada dengan benar.
2. Melalui kegiatan pengamatan, siswa dapat menjelaskan pengertian tangga nada diatonis mayor dengan benar.
1. TANGGA NADA DIATONIS
Tangga Nada Diatonis Mayor
- Bersifat riang gembira.
- Bersemangat.
- Biasanya diawali dan diakhiri nada do. Namun, tidak menutup kemungkinan diawali dengan nada 5 (sol) atau 3 (mi) dan diakhiri nada 1 (do).
Tangga Nada Diatonis Minor
Tangga nada diatonis minor memiliki interval (jarak nada) 1 ½ 1 1 1 ½ 1 1. Tangga nada diatonis minor ada bermacam-macam salah satunya tangga nada diatonis minor harmonis. Tangga nada diatonis minor harmonis adalah tangga nada diatonis minor dengan nada ketujuh dinaikkan setengah. Perhatikan urutan tangga nada diatonis minor berikut!
Ciri-ciri tangga nada diatonis minor biasanya sebagai berikut.- Lagu bersifat sedih.
- Lagu kurang bersemangat.
- Melodi lagu biasanya diawali dan diakhiri nada 6 (la). Namun, tidak menutup kemungkinan diawali dengan nada 3 (mi) dan diakhiri nada 6 (la).
Berikut contoh Lagu yang menggunakan yang menggunakan nada diatonis minor yaitu "Gugur Bunga", "Syukur", "Hymne Guru"
2.TANGGA NADA PENTATONISTangga nada pentatonis atau yang juga disebut sebagai pentatonic scale merupakan jenis tangga nada yang paling umum digunakan pada sebuah musik. Dikutip dari Encyclopedia Britannica mengungkapkan bahwa tangga nada jenis ini memiliki lima nada yang berbeda-beda. Sehingga nada ini memiliki lima nada dalam satu oktaf.
Sama seperti tangga nada diatonis, tangga nada pentatonis juga dibagi menjadi dua jenis. Apa saja jenisnya? Jadi, tangga nada pentatonis terdiri dari tangga nada pelog dan juga slendro. Keduanya dapat digunakan di alat musik tradisional seperti alat musik gamelan. Di bawah ini adalah penjelasan lengkapnya.
- Lagu bersifat sedih.
- Lagu kurang bersemangat.
- Melodi lagu biasanya diawali dan diakhiri nada 6 (la). Namun, tidak menutup kemungkinan diawali dengan nada 3 (mi) dan diakhiri nada 6 (la).
Tangga nada pentatonis atau yang juga disebut sebagai pentatonic scale merupakan jenis tangga nada yang paling umum digunakan pada sebuah musik. Dikutip dari Encyclopedia Britannica mengungkapkan bahwa tangga nada jenis ini memiliki lima nada yang berbeda-beda. Sehingga nada ini memiliki lima nada dalam satu oktaf.
Sama seperti tangga nada diatonis, tangga nada pentatonis juga dibagi menjadi dua jenis. Apa saja jenisnya? Jadi, tangga nada pentatonis terdiri dari tangga nada pelog dan juga slendro. Keduanya dapat digunakan di alat musik tradisional seperti alat musik gamelan. Di bawah ini adalah penjelasan lengkapnya.
a. Tangga Nada Pelog
Tangga nada pelog memiliki karakter nada yang menyenangkan dan juga memiliki kesan penghormatan. Tangga nada yang satu ini mempunyai lima nada yang memiliki perbedaan jarak cukup besar. Nada tersebut adalah do, mi, fa, sol, si.
Berikut ini adalah beberapa contoh lagu daerah yang menggunakan tangga nada pelog:
1. Pitik Tukung yang berasal dari Jawa Tengah
2. Gundul-gundul pacul yang berasal dari Jawa Tengah
3. Ngusak Asing yang berasal dari Bali
4. Karatagan Pahlawan yang berasal dari Jawa Barat
5. Macepet Cepetan yang berasal dari Bali
Tangga nada pelog memiliki karakter nada yang menyenangkan dan juga memiliki kesan penghormatan. Tangga nada yang satu ini mempunyai lima nada yang memiliki perbedaan jarak cukup besar. Nada tersebut adalah do, mi, fa, sol, si.
Berikut ini adalah beberapa contoh lagu daerah yang menggunakan tangga nada pelog:
1. Pitik Tukung yang berasal dari Jawa Tengah
2. Gundul-gundul pacul yang berasal dari Jawa Tengah
3. Ngusak Asing yang berasal dari Bali
4. Karatagan Pahlawan yang berasal dari Jawa Barat
5. Macepet Cepetan yang berasal dari Bali
b. Tangga Nada Salendro
Hampir sama dengan tangga nada pelog, tangga nada yang satu ini juga memiliki karakter nada yang menyenangkan dan juga lincah. Namun jarak antar nadanya cukup kecil, berbeda dengan tangga nada pelog yang memiliki jarak nada yang cukup besar. Nada tersebut adalah do, re, mi, sol, la.
Berikut ini adalah beberapa contoh lagu yang menggunakan nada salendro:
1. Lir Ilir yang berasal dari Jawa Tengah
2. Te Kate Dipanah yang berasal dari Jawa Tengah
3. Cing Cangkeling yang berasal dari Jawa Barat
4. Keraban Sape yang berasal dari Jawa Tengah
5. Cublak-cublak Suweng yang berasal dari Jawa Tengah
3.Mengenal Tangga Nada Kromatis
Hampir sama dengan tangga nada pelog, tangga nada yang satu ini juga memiliki karakter nada yang menyenangkan dan juga lincah. Namun jarak antar nadanya cukup kecil, berbeda dengan tangga nada pelog yang memiliki jarak nada yang cukup besar. Nada tersebut adalah do, re, mi, sol, la.
Berikut ini adalah beberapa contoh lagu yang menggunakan nada salendro:
1. Lir Ilir yang berasal dari Jawa Tengah
2. Te Kate Dipanah yang berasal dari Jawa Tengah
3. Cing Cangkeling yang berasal dari Jawa Barat
4. Keraban Sape yang berasal dari Jawa Tengah
5. Cublak-cublak Suweng yang berasal dari Jawa Tengah
3.Mengenal Tangga Nada Kromatis
Jenis tangga nada yang terakhir adalah tangga nada kromatis. Tangga nada ini terdiri dari 12 nada yang tersusun dengan interval setengah nada di setiap notnya. Sebenarnya, tangga nada ini merupakan turunan dari diatonik mayor. Di bagian nada yang lain pada nada diatonik mayor kemudian dipecah menjadi ½ dan ½ di tangga nada kromatis.
Jenis tangga nada yang satu ini memang cukup banyak digunakan di berbagai jenis lagu atau musik jazz, rohani, pop, dan juga beberapa lagu rock. Contoh lagu yang menggunakan tangga nada kromatis adalah Bungong Jeumpa yang berasal dari Aceh dan Indonesia Pusaka yang diciptakan oleh Ismail Marzuki.
Jenis tangga nada yang terakhir adalah tangga nada kromatis. Tangga nada ini terdiri dari 12 nada yang tersusun dengan interval setengah nada di setiap notnya. Sebenarnya, tangga nada ini merupakan turunan dari diatonik mayor. Di bagian nada yang lain pada nada diatonik mayor kemudian dipecah menjadi ½ dan ½ di tangga nada kromatis.
Jenis tangga nada yang satu ini memang cukup banyak digunakan di berbagai jenis lagu atau musik jazz, rohani, pop, dan juga beberapa lagu rock. Contoh lagu yang menggunakan tangga nada kromatis adalah Bungong Jeumpa yang berasal dari Aceh dan Indonesia Pusaka yang diciptakan oleh Ismail Marzuki.



Tidak ada komentar:
Posting Komentar