Selasa, 31 Oktober 2023

Rabu, 01 November 2023

  

t


TEMA 5       : WIRAUSAHA

SUBTEMA 1: KERJA KERAS BERBUAH KESUKSESAN 

MUATAN IPA
TUJUAN PEMBELAJARAN

1.   1.  Dengan mengamati gambar, bereksplorasi, dan berdiskusi, siswa mampumembedakan macam-macam magnet secara benar. 

22 2. Dengan melakukan percobaan, siswa mampu menjelaskan sifat-sifat magnet secara tepat.


Pengertian Magnet

Magnet adalah suatu benda yang mampu menarik benda lain disekitarnya yang memiliki sifat khusus. Benda yang dapat ditarik oleh magnet harus terbuat dari besi, baja, dan logam-logam tertentu lainnya. Setiap magnet mempunyai sifat kemagnetan. Apa sih sifat kemagnetan? Sifat kemagnetan adalah kemampuan benda dalam menarik benda-benda lain di sekitarnya.

 Kutub Magnet

Magnet memiliki dua kutub, yaitu kutub utara (N) dan kutub selatan (S). Apa itu kutub magnet? Kutub magnet adalah ujung-ujung magnet yang memiliki gaya tarik atau gaya tolak terbesar.

 ketika dua kutub magnet didekatkan bisa terjadi reaksi yang berbeda, tergantung kutub mana yang bersentuhan. Saat dua kutub magnet yang sama didekatkan, maka akan saling tolak-menolak. Sementara, ketika dua kutub yang berlawanan saling didekatkan, maka akan saling tarik-menarik.

 Sejarah Magnet

Kata magnet berasal dari bahasa Yunani “magnetis lithos” yang artinya “the Magnesian Stone” atau “Lodestone”. Dari mana ya asal nama magnet ini? Menurut sejarahnya, magnet pertama kali ditemukan oleh seorang penggembala bernama Magnes sekitar 4000 tahun lalu.

Saat Magnes sedang menggembalakan dombanya di daerah Yunani Utara, tiba-tiba ujung tongkatnya menempel kuat pada suatu batu hitam besar. Ternyata, batuan tersebut mengandung bahan Fe3O4, yang dikenal dengan nama magnetit. Batuan magnetit ini bisa menarik batuan lainnya yang sejenis atau benda logam di sekitarnya.

Sifat-Sifat Magnet

Magnet memiliki keunikan tersendiri yang disebut dengan sifat-sifat magnet. Apa saja sih sifat-sifat magnet?

  • Magnet hanya menarik benda tertentu yang ada di sekitarnya. Tidak semua jenis benda bisa ditarik oleh magnet meski berada dalam jangkauannya.
  • Gaya magnet dapat menembus benda.
  • Magnet mempunyai dua kutub, yakni kutub utara dan kutub selatan.
  • Apabila kutub magnet yang sejenis didekatkan satu sama lain, kedua kutub akan saling tolak menolak. Sebaliknya, kutub yang berlainan akan saling tarik-menarik.
  • Medan magnet akan membentuk gaya magnet. Medan magnet akan semakin rapat jika didekatkan dengan magnet.
  • Sifat kemagnetan dapat melemah atau hilang karena hal tertentu, seperti sering jatuh, terbakar, atau lainnya.

 

Jenis Bahan Magnet

Berdasarkan sifat kemagnetannya, jenis bahan magnet secara umum terbagi menjadi dua, yaitu bahan magnetik (feromagnetik) dan bahan nonmagnetik.

1. Bahan Magnetik (Feromagnetik)

Feromagnetik adalah benda yang dapat ditarik dengan kuat oleh magnet. Jika benda jenis feromagnetik berada dekat dengan magnet, magnet akan menarik benda tersebut. Selain itu, benda yang termasuk bahan feromagnetik dapat dijadikan suatu magnet. Contoh bahan feromagnetik adalah baja, besi, nikel, dan kobalt.

2. Bahan Nonmagnetik

Bahan nonmagnetik terbagi atas paramagnetik dan diamagnetik. Paramagnetik adalah benda yang dapat ditarik dengan lemah oleh magnet kuat. Contohnya alumunium, tembaga, platina, dan lain-lain.

Diamagnetik adalah benda yang menolak magnet. Benda ini tidak dapat ditarik sama sekali oleh magnet meski berada sangat dekat dengan magnet yang kuat. Contoh benda diamagnetik adalah emas, seng, merkuri, dan lainnya.

Bentuk-Bentuk Magnet

Magnet memiliki berbagai macam bentuk. Ada apa saja sih bentuk-bentuk magnet? Yuk, kita bahas satu per satu.

1. Magnet Batang

Sama seperti namanya, magnet batang menyerupai batang atau balok. Magnet batang adalah magnet dengan gaya tarik terlemah. Namun, magnet ini paling banyak digunakan pada kehidupan sehari-hari, seperti untuk menempel barang di kulkas atau perekat pintu kulkas. Magnet batang juga termasuk magnet termurah dan mudah untuk diganti.

2. Magnet Silinder

Magnet silinder adalah magnet yang menyerupai tabung silinder panjang. Magnet silinder banyak digunakan untuk dunia medis, seperti untuk operasi, perawatan tulang belakang manusia, serta perawatan medis lainnya. Daya dari magnet silinder sangat kuat, walaupun permukaannya relatif kecil.

3. Magnet Jarum

Magnet jarum adalah magnet kedua ujung atau kutub magnet berbentuk runcing. Magnet jarum biasanya digunakan dalam kompas yang berfungsi sebagai penunjuk arah mata angin.

4. Magnet U

Magnet U adalah magnet yang berbentuk seperti tapal kuda atau serupa dengan huruf U. Magnet ini juga kerap disebut dengan magnet ladam. Daya tariknya sangat kuat, sehingga magnet U kerap digunakan untuk mengangkat atau mengumpulkan benda-benda magnetik.

5. Magnet Cincin

Magnet cincin adalah magnet yang memiliki bentuk bulat dengan lubang ditengahnya yang menyerupai cincin. Magnet cincin banyak digunakan pada perlengkapan elektronik, seperti generator, mesin motor, pengeras suara, penyedot debu, dan sebagainya.

6. Magnet Keping

Magnet keping adalah magnet yang memiliki bentuk menyerupai kepingan logam. Sama seperti magnet cincin, kutub-kutub pada magnet keping terletak di kedua sisi permukaannya.

Bentuk-bentuk magnet

Bentuk-bentuk Magnet (Sumber: informazone.com)




Pengertian Poster Poster adalah media publikasi yang terdiri atas tulisan, gambar ataupun kombinasi antar keduanya dengan tujuan memberikan informasi kepada khalayak ramai. 
Poster biasanya dipasang di tempat-tempat umum yang dinilai strategis seperti sekolah, kantor, pasar, mall dan tempat-tempat keramaian lainnya.
 Informasi yang ada pada poster umumnya bersifat mengajak masyarakat.
 
Ciri-ciri dan Syarat Poster Berikut ini adalah ciri – ciri umum dari sebuah poster: 
 Desain grafis dari poster harus memuat komposisi yang terdiri atas huruf dan gambar di atas media kertas atau kain yang berukuran besar. 
 Cara pengaplikasiannya dapat dengan cara ditempel pada dinding, tempat umum atau permukaan datar yang lain dengan sifat membidik perhatian mata semaksimal mungkin. 
 Poster pada umumnya dibuat dengan perpaduan warna yang kuat dan kontras. 
 Poster lazimnya mempergunakan bahasa yang singkat, jelas, tidak rancu agar mudah dipahami. 
 Pesan yang ingin disampaikan sebaiknya disertai dengan gambar. 
 Poster dapat dibaca secara sambil lalu. 

Berikut ini adalah syarat sebuah poster: 
 Poster wajib mempergunakan bahasa yang mudah dipahami. 
 Susunan kalimat poster harus singkat, padat, jelas, tetapi berisi. 
 Poster sebaiknya dikombinasikan dengan bentuk gambar. 
 Poster harus mampu menarik minat khalayak. 
 Media poster harus mempergunakan bahan yang tidak mudah rusak atau sobek. 
 Ukuran poster sebaiknya disesuaikan dengan tempat atau lahan pemasangan serta target pembaca. 
Sementara itu, hal-hal yang perlu diperhatikan dalam membuat poster adalah: 
 Gambar dibuat mencolok dan sesuai dengan ide yang akan dikomunikasikan. 
 Kata-kata yang digunakan dalam poster harus efektif, sugestif, serta mudah diingat.  Jenis font sebaiknya adalah jenis yang mudah dibaca dan dengan size yang besar.

 Tujuan Poster Secara umum tujuan dan maksud dibuatnya poster adalah sebagai media publikasi agar masyarakat bisa membacanya dan melakukan sesuatu sesuai dengan apa yang ada dalam poster tersebut. 
Tetapi secara khusus maksud dan tujuan dibuatnya poster tergantung dengan apa yang diinginkan pembuat, bisa untuk tujuan komersil, mencari simpati publik, mencari perhatian masyarakat, dan lain sebagainya.
 
4 Langkah-langkah pembuatan poster: 
1. Tentukan topik & tujuan.
2. Buat kalimat singkat dan bersifat mensugesti. 
3. Gunakan gambar. 
4. Gunakan media yang tepat. 








 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Rabu, 06 Mei 2026

  Ts.                                                                                Assalamualaikum,   Selamat datang dan selamat bergabung...