Tema 2 : Persatuan dalam Perbedaan
Subtema 1 : Rukun dalam Perbedaan
PKN
Contoh wujud persatuan di lingkungan keluarga!
1. Gotong royong menjaga kebersihan, keamanan, dan keindahan lingkungan rumah
2. Membantu adik mengerjakan PR
3. Saling menghormati antar anggota keluarga
4. Berbagi tugas dengan anggota keluarga
Nilai-Nilai Persatuan dalam Perbedaan di Lingkungan Sekolah
Untuk menjaga semangat persatuan di tengah-tengah perbedaan yang ada, kita perlu memupuk sikap peduli, toleransi, dan mendahulukan kepentingan bersama. Ada banyak penerapan nilai-nilai persatuan di sekolah. berikut contoh kegiatan yang menunjukkan persatuan dalam perbedaan di sekolah:
1. membantu teman yang kesulitan memahami materi pelajaran,
2. melakukan piket kelas bersama-sama,
3. bermain bersama pada jam istirahat, tanpa membeda-bedakan, dan
4. mengumpulkan sumbangan untuk teman yang terkena musibah.
Berikut manfaat yang diperoleh jika kita menerapkan nilai-nilai persatuan dalam perbedaan di sekolah:
1. dapat saling membantu jika ada pelajaran yang tidak dimengerti,
2. suasana belajar dikelas menjadi nyaman,
3. persahabatan semakin erat, dan
4. membangun kekompakan ketika berolahraga.
Pelaksanaan Nilai-Nilai Persatuan dalam Perbedaan di Lingkungan Masyarakat
Perbedaan suku bangsa, agama, budaya, serta pendapat di masyarakat menciptakan keragaman. Perebdaan yang disatukan dalam kerukunan dapat menjadi kekuatan sebuah bangsa. Inilah alasan mengapa kerukunan penting untuk menciptakan persatuan. Rukun berarti bersedia memahami dan menerima perbedaan di sekitar kita.
Berikut contoh kegiatan pelaksanaan nilai-nilai persatuan dalam perbedaan di lingkungan masyarakat.
1. Membantu korban bencana alam tanpa melihat latar belakang mereka.
2. Mempersilakan orang lain untuk beribadah sesuai agamanya masing-masing.
3. Membantu tetangga yang kesusahan, meskipun berbeda suku atau agama.
Berikut manfaat yang diperoleh jika kita menerapkan nilai-nilai persatuan dalam perbedaan di masyarakat.
1. Kehidupan bermasyarakat menjadi aman, tentram dan damai.
2. Masalah lebih cepat terselesaikan karena semua masyrakat bersatu.
3. Lebih banyak pendapat yang disampaikan ketika bermusyawarah
ILMU PENGETAHUAN ALAM
Cara Tumbuhan Menyesuaikan Diri terhadap Lingkungan
1. Penyesuaian Tumbuhan terhadap Kondisi Lingkungan
Setiap jenis tumbuhan memiliki ciri-ciri yang berbeda. Ada tumbuhan yang memiliki cirri khusus pada tubuhnya, seperti batang berduri, daun yang lebar, atau akar yang muncul ke permukaan tanah. Perbedaan cirri setiap jenis tumbuhan merupakan salah satu bentuk penyesuaian diri atau adaptasi.
Adaptasi adalah kemampuan makhluk hidup untuk menyesuaikan diri terhadap lingkungannya. Adaptasi dilakukan tumbuhan agar tetap bertahan hidup. Lingkungan tempat tumbuhan hidup disebut habitat. Habitat jenis tumbuhan yang satu dengan yang lainnya berbeda-beda. Berikut contoh adaptasi tumbuhan terhadap habitatnya.
a. Adaptasi tumbuhan di lingkungan kering
Tumbuhan yang dapat hidup di lingkungan yang memiliki sedikit air disebut xerofit. Contoh tumbuhannya, yaitu pohon kurma, lidah buaya, cocor bebek, dan kaktus.
b. Adaptasi tumbuhan di lingkungan berkadar garam tinggi
Tumbuhan yang dapat hidup di lingkungan dengan kadar garam tinggi disebut halofit. Contoh lingkungan dengan kadar garam tinggi, yaitu laut, muara sungai dan pantai. Keadaan tanah ditempat itu biasanya berlumpur dan berpasir serta sangat sedikit mengandung oksigen. Contoh tumbuhan yang hidup di lingkungan berkadar garam tinggi, yaitu bakau.
Beberapa jenis tumbuhan bakau memiliki akar nafas yang tumbuh ke atas permukaan tanah untuk memperoleh oksigen. Ada juga tumbuhan bakau yang memiliki akar tunjang untuk menopang tumbuhan di tanah yang berlumpur dan menahan terjangan ombak. Selain itu, daunnya kaku dan tebal dengan permukaan licin berfungsi untuk mengurangi penguapan dan menyimpan air. Bagian bawah daun bakau memiliki kelenjar untuk mengeluarkan kelebihan garam.
c. Adaptasi tumbuhan di lingkungan air
Tumbuhan yang dapat hidup di lingkungan air disebut hidrofit. Contoh tumbuhan hidrofit adalah teratai dan eceng gondok. Adaptasi tumbuhan tersebut adalah sebagai berikut.
1) Teratai memiliki daun yang lebar untuk mempercepat penguapan. Daun yang lebar juga berfungsi agar dapat mengapung di permukaan air. Daunnya berlapis lilin untuk mencegah daun membusuk karena selalu terkena air.
2) Eceng gondok memiliki pangkal tangkai daun berongga yang berfungsi untuk membantu mengapung di permukaan air. Akarnya lebat untuk menjaga keseimbangan tumbuhan agar tidak terbalik.
d. Adaptasi tumbuhan di lingkungan lembab
Tumbuhan yang dapat hidup di lingkungan lembab disebut higrofit. Contoh tumbuhan higrofit adalah begonia dan tumbuhan paku. Oleh karena hidup di tempat lembab, penguapan terjadi dengan lambat. Air dikeluarkan melalui struktur pada daun yang disebut stomata air (hidatoda).
e. Adaptasi tumbuhan di lingkungan miskin nitrogen
Tumbuhan yang tumbuh di lingkungan miskin nitrogen biasanya melakukan penyesuaian diri dengan memerangkap serangga kemudian mencerna sebagai sumber nitrogen. Contohnya kantung semar dan venus.
2. Penyesuaian Tumbuhan untuk Berkembang Biak
Selain untuk bertahan hidup, beberapa tumbuhan juga melakukan untuk membantu perkembangbiakan atau reproduksi. Contohnya adalah sebagai berikut.
a. Bunga raflesia yang mengeluarkan bau busuk untuk menarik perhatian serangga (biasanya lalat). Serangga yang hinggap dapat membantu penyerbukan.
b. Tumbuhan seperti mawar, melati, dan anggrek memiliki mahkota bunga yang berwarna mencolok dan kelenjar nectar untuk menarik perhatian serangga yang membantu penyerbukan.
c. Bunga Dandelion memiliki cara yang unik dalam penyerbukan benihnya. Benih yang sekaligus buahnya memiliki struktur tambahan seperti serabut halus yang membantunya agar mudah terbawa angin. Jika benih tersebut jatuh di tempat yang sesuai, benih itu akan tumbuh menjadi tumbuhan baru.












Tidak ada komentar:
Posting Komentar