ii
PEMANTAPAN MATERI PENDIDIKAN SENI BUDAYA dan PRAKARYA
Tangga nada adalah susunan yang berjenjang dan berasal dari
nada-nada pokok dari sebuah sistem nada. Mulai dari nada dasar sampai
dengan nada oktaf, yaitu do, re, mi, fa, so, la, si, do. Namun, ada pula
yang menyebut bahwa tangga nada merupakan susunan dari sebuah nada yang
dirangkai dengan menggunakan rumus interval dari nada tertentu.
Interval
nada adalah jarak antara nada yang satu dengan nada yang lain. Jarak
tersebut antara nada beragam, ada yang memiliki jarak ½, ada yang 1, dan
juga ada yang 2. Dari jarak tersebut nantinya akan menentukan sebuah
variasi nada dan juga jenis tangga nada yang dihasilkan. Tangga nada
terdapat tiga jenis tangga nada yang berbeda-beda. Antara lain, tangga
nada diatonis, pentatonis, dan juga kromatis.
Di
dalam sebuah musik, tangga nada tersebut berfungsi sebagai instrumen
yang bisa membuat sebuah lagu dapat didengar dengan harmonis dan indah.
Seperti yang sudah dibahas sebelumnya bahwa tangga nada merupakan
susunan dari beberapa not lagu yang disusun secara berurutan.
1. Jenis Tangga Nada Diatonis
Jenis
tangga nada yang pertama adalah tangga nada diatonis. Tangga nada yang
satu ini merupakan tangga nada yang memiliki tujuh nada yang berbeda di
dalam satu oktaf. Tujuh nada tersebut nantinya akan diakhiri dengan satu
nada yang berulang.
Kemudian, jarak antara not
maupun nada diatonis adalah satu dan setengah. Salah satu contoh dari
tangga nada diatonis adalah C mayor. Dimana nada ini dimulai dari do
diteruskan dengan A minor yang dimulai dari La. Tangga nada diatonis
dibagi lagi menjadi dua jenis. Pertama adalah tangga nada mayor. Kedua
adalah tangga nada minor.
a. Tangga Nada Diatonis Mayor
Tangga
nada diatonis mayor merupakan salah satu tangga nada yang umum
digunakan pada sebuah musik. Jarak antara nada atau not pada diatonis
mayor adalah 1-1-½-1-1-1-½. Nah, contoh dari tangga nada diatonis mayor
yaitu C mayor. Tangga nada ini terdiri dari do, re, mi, fa, so, la, si,
do.
Jika
nada ini dimainkan, umumnya diatonis mayor akan memiliki nuansa musik
yang ceria dan juga menyenangkan. Ciri-ciri tangga nada diatonis mayor
biasanya sebagai berikut.
- Bersifat riang gembira.
- Bersemangat.
- Biasanya
diawali dan diakhiri nada do. Namun, tidak menutup kemungkinan diawali
dengan nada 5 (sol) atau 3 (mi) dan diakhiri nada 1 (do).
- Berkibarlah Benderaku
- Bintang Kecil
- Bangun Pemudi Pemuda
- Gebyar Gebyar
- Balonku
b. Tangga Nada Diatonis Minor
Jika
diatonis mayor merupakan tangga nada yang bernuansa ceria, berbeda
dengan tangga nada diatonis minor. Tangga nada ini justru memiliki
nuansa musik yang melankolis dan cenderung sedih. Nada ini memiliki
jarak antara nada yaitu 1-½-1-1-½-1-1. Ciri-ciri tangga nada diatonis
minor sebagai berikut.
- Lagu bersifat sedih.
- Lagu kurang bersemangat.
- Melodi lagu diawali dan diakhiri nada 6 (la). Namun tidak menutup kemungkinan diawali nada 3 (mi) dan diakhiri nada 6 (la)
Tangga nada diatonis minor ada bermacam-macam. Perhatikan contoh urutan tangga nada diatonis minor harmonis berikut.
Berikut ini adalah beberapa contoh lagu daerah yang menggunakan tangga nada diatonis minor:
- Syukur
- Bagimu Negeri
- Indonesia Pusaka
- Ambilkan Bulan
- Bintang Kejora


Tidak ada komentar:
Posting Komentar