Rabu, 22 Februari 2023

Kamis, 23 Februari 2023

i

             

 

 MATERI PEMPELAJARAN 

TEMA 9.Menjelajah Ruang Angkasa
  Sub Tema 2.Benda luar angkasa dan rahasianya

                                                                  




Bulan merupakan salah satu benda langit yang dengan mudah dapat disaksikan dari Bumi tempat kita tinggal. Pernahkah kamu menyadari bahwa pada saat tertentu kamu tidak dapat menyaksikan Bulan bersinar, padahal langit malam sedang cerah? bacalah informasi berikut!

Bulan yang Setia kepada Bumi
Bulan Sebagai Satelit Bumi
Bulan Sebagai Satelit Bumi
Bulan adalah salah satu benda langit yang mungkin paling sering terlihat di Bumi, selain Matahari. Bulan adalah satelit Bumi karena Bulan berputar mengelilingi Bumi. Bulan melakukan rotasi terhadap Bumi. Selain itu Bulan juga berotasi pada porosnya sendiri selama kurang lebih 28 hari, hampir sama dengan waktu Bumi berotasi. Bulan adalah satu-satunya satelit Bumi. Bulan akan terus mengitari Bumi.

Jarak Bulan yang cukup dekat dengan Bumi membuatnya terlihat besar bila dilihat dari Bumi. Bulan berjarak 384.000 kilometer dari Bumi. Suhu di permukaan Bulan adalah 100°C di siang hari dan negatif 170°C pada malam hari. Siang dan malam berlangsung selama kira-kira dua minggu.

Dengan menggunakan teleskop, Bulan dapat diamati dengan cukup jelas dari Bumi. Permukaan Bulan dipenuhi dengan kawah-kawah hasil tabrakan Bulan dengan meteor-meteor. Jika dilihat dari Bumi, ada beberapa bagian Bulan yang tampak gelap, dan ada bagian yang terang. 

Bagian-bagian gelap itu merupakan dataran rendah, sedangkan bagian yang terang merupakan pegunungan. Meskipun terletak dekat dengan Bumi dan selalu mengitari Bumi, kenampakan Bulan sangat berbeda dengan Bumi. Bulan tidak memiliki air atau atmosfer. Manusia tidak bisa bernafas di Bulan. Pada beberapa bagian dekat kutub ditemukan kemungkinan adanya es di kawah-kawah yang ada.

Dataran rendah yang luas di Bulan disebut dengan laut, meskipun tidak mengandung air seperti di Bumi. Dataran rendah itu juga merupakan dampak tabrakan dengan meteorit yang terselimuti lava gunung berapi. 





Tari Kreasi Daerah
Tari kreasi daerah adalah tari daerah yang mengalami perkembangan inovasi dan variasi gerakan tari.
Tujuan dari inovasi ini adalah agar tari yang dimainkan dapat diterima oleh masyarakat. Cara membedakan antara tari daerah dan tari kreasi daerah dapat dilihat dari gerakan, busana, alat musik pengiring atau tata riasnya. 

Tari kreasi juga disebut sebagai tari modern. Tidak seperti tari tradisional yang memiliki pakem dan aturan tertentu yang harus diikuti, tari kreasi lebih bebas. Akan tetapi, tari kreasi yang ada saat ini sering masih menggunakan sebagian dari gerakan-gerakan dasar yang diambil dari tari tradisional. Hal ini disebabkan karena pengaruh budaya tradisi di Indonesia yang masih sangat kuat.

Salah satu tari kreasi daerah adalah Tari Jejer Kembang Menur. Tari ini merupakan tari kreasi dari Tari Gandrung. Tari Gandrung adalah salah satu tari khas asal Banyuwangi, Jawa Timur. Namun demikian, mereka tidak melepaskan beberapa gerakan dasar Tari Gandrung. Selain itu, properti tari dalam Tari Gandrung juga masih menjadi ciri khas. Tari Gandrung sebenarnya merupakan tari berpasangan. Akan tetapi dalam pergelarannya saat itu, tarian dibuka dengan Tari Jejer Gandrung. Tari Jejer Gandrung ditarikan semua penari secara tunggal. Setelah itu, para penari mengundang pasangannya untuk menari bersama

Di daerah lain di Indonesia, tentu banyak tari kreasi daerah yang diciptakan. Tujuannya adalah agar daerah tetap melestarikan seni budaya daerahnya. Tari kreasi biasanya dibuat sesuai dengan perkembangan masyarakat saat ini. Beberapa gerakan, properti tari, maupun lagu pengiring dikembangkan menjadi lebih dinamis dan modern. Selain itu, tari kreasi juga digunakan untuk menyampaikan pesan-pesan yang lebih sesuai dengan keadaan masyarakat saat ini. Hal ini meruxxxpakan salah satu cara untuk mempertahankan dan mengembangkan warisan daerah, upaya ini dilakukan agar generasi muda dapat meneruskan dan melestarikannya.

Tari kreasi yang dikembangkan para seniman daerah merupakan tari kreasi daerah. Namun demikian, tari kreasi tersebut masih mengacu pada tari daerah yang sudah ada sebelumnya. Oleh karena itu, dalam beberapa hal terdapat persamaan yang nyata antara tari daerah dan tari kreasi daerah. Beberapa persamaan tari kreasi dan tari daerah adalah sebagai berikut :
  1. Kedua jenis tari kreasi memiliki fungsi yang kurang lebih sama dalam tata masyarakat di mana tarian ini berasal.
  2. Kedua jenis tari kreasi ini memiliki beberapa gerakan yang sama karena tari kreasi daerah mengacu kepada tari daerah yang sudah ada sebelumnya. Semua gerakan kedua jenis tari kreasi ini bertumpu pada gerakan tangan, kaki, dan badan.
  3. Kedua jenis tari ini diiringi oleh alat musik dan nyanyian sebagai pengiringnya.

Namun, secara khusus tari kreasi dari berbagai daerah memiliki perbedaan-perbedaan yang dapat diamati dengan jelas. Beberapa perbedaan tari kreasi dan tari daerah adalah sebagai berikut :
  1. Masing-masing jenis tari memiliki keunikan gerakan yang berbeda satu dengan lainnya. Keunikan ini yang dicoba untuk terus dipertahankan dan dikembangkan sehingga menjadi ciri khusus yang mudah dikenali masyarakat.
  2. Beberapa jenis alat musik yang digunakan pun memiliki keunikan yang berbeda-beda, sehingga menimbulkan suara yang juga menjadi keunikan tarian tersebut. 
  3. Busana yang dikenakan merupakan keunikan yang paling jelas dapat dilihat. Ada beberapa bagian dari properti tari yang unik dan khusus hanya untuk tari tertentu. Sama dengan musik dan gerakan, perbedaan ini juga menjadi penciri tari tersebut yang membedakannya dengan tarian yang lainnya.
Tari Kreasi Daerah
Berikut ini adalah beberapa contoh tari kreasi daerah yang cukup dikenal di masyarakat Indonesia. 
  1. Tari Merak. Tari ini merupakan ciptaan seniman Sunda Tjetje Somantri dari Jawa Barat pada pertengahan abad ke19. Tari ini berusaha mengekspresikan keindahan burung merak.
  2. Tari Kupu-Kupu yang berasal dari Bali yang mengekspresikan kehidupan kupu-kupu biru tua. Tari kupu-kupu biasa ditampilkan secara berkelompok oleh lima orang penari wanita. Para penari menampilkan gerakan menari dan tata busana yang indah. Tari ini sudah cukup terkenal karena sering ditampilkan dalam festival-festival tari dunia.
  3. Tari Manipuren merupakan salah satu tari kreasi daerah Jawa Tengah. Tari ini dikembangkan dari gerakan Tari Manipuri yang berasal dari India. Oleh seorang seniman bernama S. Maridi, tari ini dikembangkan di Indonesia.
  4. Tari Yapong dikembangkan oleh seniman tari Yogyakarta terkenal, Bagong Kussudiarjo yang pertama kali dipentaskan pada tahun 1977. Meskipun diciptakan oleh seniman Yogyakarta, namun tari ini merupakan ekspresi kehidupan masyarakat Betawi yang tinggal di Jakarta. Tari Yapong pertama kali dipentaskan untuk memeringati ulang tahun Jakarta pada tahun yang sama.
  5. Tari Banjar Kemuning diciptakan dan dikembangkan oleh seorang seniman bernama Agustinus yang terinspirasi dengan kehidupan masyarakat sebuah desa bernama Banjar Kemuning di Sidoarjo, Jawa Timur. Tari ini terinspirasi oleh kehidupan para istri nelayan yang tegar, kuat dan luwes menghadapi kerasnya kehidupan selama ditinggal para suami berlayar.

 

 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Rabu, 06 Mei 2026

  Ts.                                                                                Assalamualaikum,   Selamat datang dan selamat bergabung...